Organda Bandung Minta Program Carpooling Grab to Work Dibatalkan

Bandung Raya

Kamis, 14 Maret 2019 | 21:05 WIB

190314210831-organ.jpg

PRFm

DPC Organda Kota Bandung mengusulkan Pemerintah Kota Bandung membatalkan program Carpooling Grab to Work. Pasalnya, transportasi online yang dipilih belum memilik payung hukum jelas dan merugikan banyak pengemudi angkutan umum.

Wakil Ketua 3 DPC Organda Kota Bandung, Udin Hidayat mengakui keberatan dengan kebijakan Dinas Perhubungan Kota Bandung yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi online untuk berangkat ke kantor. Pihaknya hari ini sudah mengirimkan surat usulan tersebut ke Walikota Bandung, Oded M Danial.

Udin menuturkan, Organda tidak pernah dilibatkan dalam perumusan rencana Program Grab to Work. Terlebih lagi, Pemkot Bandung lebih memilih transportasi online ketimbang dari sekian banyak angkutan umum darat yang sudah jelas payung hukumnya.

"Kami merasakan diperlakukan tidak adil atas program ini dan Dinas perhubungan Kota Bandung cenderung berpihak kepada salah satu perusahaan transportasi online yang keberadaannya belum memiliki payung hukum yang jelas dan masih dalam proses sosialisasi," ujar Udin di Bandung, Kamis (14/3/2019).

Menurut Udin, seharusnya Dinas perhubungan Kota Bandung dapat melibatkan seluruh stakeholder transportasi di kota Bandung dalam merencanakan program yang berhubungan dengan transportasi, dan lebih pro terhadap perusahaan transportasi lokal karena keberadaannya sekarang di ujung tanduk.

Program tersebut telah menimbulkan keresahan pada pelaku transportasi sehingga berpotensi konflik serta dapat memicu ke arah situasi dan kondisi yang tidak kondusif di masyarakat karena bertentangan dengan UU No.5/1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami DPC organda Kota Bandung mengusulkan kepada pemerintah kota Bandung agar program Dinas perhubungan Kota Bandung (Grab to Work) dibatalkan," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR