Perekaman e-KTP, Disdukcasip Kabupaten Bandung Jemput Bola

Bandung Raya

Kamis, 14 Maret 2019 | 13:14 WIB

190314131609-perek.jpg

Engkos Kosasih

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Bandung bekerjasama dengan pihak kecamatan dan desa melaksanakan perekaman e-KTP di Desa Cibodas Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Kamis (14/3/2019). Selain perekaman e-KTP, Disdukcasip pun melayani pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat yang ada di Kecamatan Solokanjeruk.

"Kita kerjasama dengan semua desa, tapi berdasarkan usulan dan permintaan desa dan kecamatan masing-masing untuk melaksanakan perekaman e-KTP dan pelayanan akta kelahiran di desa-desa. Saat ini, pelayanan Disdukcasip di Desa Cibodas," kata Kepala Disdukcasip Kabupaten Bandung H. Salimin.

Salimin mengatakan, pelayanan perekaman e-KTP dengan cara jemput bola ke desa-desa itu, juga turut dilaksanakan di semua desa di Kecamatan Solokanjeruk. "Kecamatan Rancabali sudah dilaksanakan di semua desa. Tetapi jemput bola ini belum dilaksanakan di semua desa dan kecamatan di Kabupaten Bandung, sesuai dengan kemampuan kita saja," kata Salimin.

Ia mengatakan dalam pelaksanaan jemput bola perekaman e-KTP ini, berapapun banyaknya warga yang datang ke desa langsung dilaksanakan perekaman. Perekaman e-KTP ini dalam upaya mensukseskan pelaksanaan pemilu 17 April 2019 mendatang,

"Soalnya, yang belum melaksanakan perekaman e-KTP, tak akan mendapat surat panggilan untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu. Mendapat panggilan itu, kalau sudah memiliki e-KTP atau menggunakan surat keterangan (suket) yang dikeluarkan pemerintah setelah melaksanakan perekaman. Makanya, saat ini kita kerja keras untuk melaksanakan jemput bola melakukan perekaman e-KTP bekerjasama dengan pihak desa dan kecamatan," katanya.

Selain melaksanakan perekaman e-KTP ke desa-desa, imbuh Salimin, warga yang belum melaksanakan perekaman e-KTP bisa datang langsung ke kecamatan masing-masing. Soalnya, tiap hari kantor kecamatan buka untuk melayani perekaman e-KTP, kecuali hari libur.

"Jangan hanya kami datang ke desa, warga bisa melaksanakan perekaman e-KTP di kecamatan masing-masing," ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya program massal ke desa ini, dalam upaya menekan puluhan ribu warga di Kabupaten Bandung yang belum melaksamakan perekaman e-KTP. "Yang jelas, tiap hari berkurang warga yang belum melaksanakan perekaman e-KTP karena kita terus jemput bola. Apalagi tiap hari terus melaksanakan perekaman di masing-masing kecamatan. Dalam satu hari itu, antara 350-500 orang melaksanakan perekaman e-KTP se-Kabupaten Bandung dan mereka langsung diberikan suket, terutama yang e-KTP nya belum bisa langsung dicetak pada saat itu," jelasnya.

Salimin menuturkan, bagi mereka yang sudah berumur 17 tahun dan sudah menikah, wajib untuk melaksanakan perekaman e-KTP guna mendapatkan panggilan dalam penggunaan hak suaranya pada pemilu mendatang. Walaupun hanya berbekalkan suket mereka tetap bisa melaksanakan dan menggunakan hak pilihnya.
"Perekaman e-KTP ini untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu," katanya.

Lebih lanjut Salimin mengatakan, inginnya warga yang melaksanakan perekaman e-KTP itu langsung dicetak kartu e-KTP-nya. Namun karena keterbatasan blangko maupun sewaktu-waktu karena keterbatasan jaringan internet aksss ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, sehingga banyak di antara warga yang sudah melaksanakan perekaman e-KTP hanya diberi suket.

"Yang jelas, menggunakan suket masih bisa menggunakan hak pilihnya pada pemilu mendatang," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR