Terganjal Anggaran, Pencetakan Sawah Baru di KBB Mangkrak

Bandung Raya

Kamis, 14 Maret 2019 | 11:32 WIB

190314113345-terga.jpg

Dicky Mawardi

PENCETAKAN sawah baru yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terganjal anggaran. Program yang digulirkan tiga tahun lalu itu sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Demikian diakui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Ida Nurhamida di Lembang, Kamis (14/3/2019). Rencananya lokasi tempat pencetakan sawah baru di Kecamatan Gununghalu dan Cikalongwetan seluas 500 hektare.

"Masing-masing kecamatan 10 desa. Jadi totalnya ada 20 desa yang jadi titik lokasi pencetakan sawah baru," ungkap Ida.

Pihak Kementan sudah menyurvei investigasi desain (SID). Hasilnya, kedua lokasi yang jadi sasaran pencetakan sawah baru dianggap layak.

"Salah satu syarat pencetakan sawah baru, menyangkut ketersedian sumber air. Berdasarkan hasil SID, semua lokasi yang diusulkan memenuhi syarat," katanya.

Ia menduga, terkatung-katungnya pencetakan sawah baru kemungkinan besar terbentur persoalan anggaran. Pasalnya, sesuai hasil SID tidak ada persoalan di Bandung Barat.

"Pencetakan sawah baru masuk dalam program rencana strategis (renstra) Kementan. Jadi, pusat membutuhkan anggaran besar untuk merealisasikan program tersebut. Tidak hanya di Bandung Barat, tapi di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.

Ia menjelaskan, pencetakan sawah baru itu dimaksudkan untuk melestarikan swasemda pangan berkelanjutan dengan meningkatkan produksi pertanian. Peningkatan produksi, bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi.

Jika intensifikasi ialah peningkatan produksi per satuan luas, maka ekstensifikasi adalah perluasan areal tanam.

"Perluasan areal tanam itu melalui pencetakan sawah baru," ujarnya.

Ia mengatakan, Bandung Barat sejak tahun 2009 sudah mencapai swasemda berkelanjutan. Pada tahun 2009 produksi padi sawah dan ladang mencapai 43.847 ton, tahun 2010 sebanyak 46.915 ton, tahun 2011 sebanyak 38.983 ton, tahun 2012 sebanyak 39.322 ton, tahun 2013 sebanyak 41.631 ton, dan tahun 2014 naik menjadi 42.999 ton.

Menurutnya, upaya yang sedang dan terus dilakukan pemerintah daerah dalam upaya pengamanan peningkatan produksi dan produktivitas pangan, khususnya padi melalui alokasi anggaran APBD yang terus ditingkatkan, memobilisasi Brigade Proteksi Tanaman Pangan, memobilisasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), dan mengaktifkan posko P2BN di tingkat kabupaten.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR