Puluhan Difabel Dilatih Barista Kopi Agar Lebih Produktif

Bandung Raya

Selasa, 12 Maret 2019 | 18:05 WIB

190312180634-puluh.jpg

Rio Ryzki Batee

PULUHAN penyandang difabel tersebut mengikuti pelatihan barista, dalam rangka membangkitkan minat di dunia usaha. Walau kebanyakan dari mereka baru pertama kali mengikuti pelatihan barista tersebut, namun terlihat menikmati dan senang karena mengenal hal yang baru. Meski ada beberapa keterbatasan, tapi tidak sedikit yang paham dan mencoba untuk langsung mempraktekan.

Salah seorang penyandang difabel, Ridwan Zaelani (23) merasa senang karena baru pertama kali belajar cara meracik kopi atau menjadi barista. Penyandang tunarungu tersebut, mengaku tidak terbiasa dengan kopi, tapi menjadi tantangan tersendiri baginya.

"Tadi mengenal macam-macam kopi, seperti robusta, ada juga yang pahit dan asem. Kalau sudah mantap mau buka tempat kopi sendiri," ungkapnya di sela-sela pelatihan Barista di Cafe Pawon Pitoe, Jln. Bungur, Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Peserta penyandang difabel lainnya, Saefudin (32) mengatakan bahwa pelatihan barista tersebut sangat bagus, karena sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para penyandang difabel. Terlebih ditengah kesulitan baginya dan teman-temannya untuk memperoleh pekerjaan.

Ia menerangkan bahwa walau ada undang-undang yang memgatur penyandang difabel untuk bekerja di kantor atau lingkungan kerja, tapi pada kenyatannya hal tersebut sangat sulit. Maka dengan adanya pelatihan tersebut, memotivasinya untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri.

"Mau cari kerja sekarang sulit, apalagi kami difabel yang sering dianggap enggak produktif dan lain sebagainya. Tapi dengan adanya pelatihan ini, maka akan menambah pengetahuan kami untuk membuka usaha sendiri," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Rehabilitas Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengatakan melalui pelatihan tersebut, bahwa Pemkot Bandung membuka ruang bagi penyandang difabel untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Menurutnya dengan memiliki keahlian atau kemampuan, maka para penyandang difabel akan menjadi produktif.

"Dukungan Pemkot ini , membuktikan bahwa non-diskriminasi yang artinya semua warga mendapat hak dan fasilitas yang sama. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin diperbanyak, khususnya bagi kaum difabel," tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Dodi Ridwansyah menjelaskan bahwa ada 50 penyandang difabel yang mengikuti kegiatan tersebut. Dengan pelatihan barista tersebut, maka diharapkan akan berkembang keterampilan untuk dapat terud produktif dan mandiri.

Dikatakannya perlu ada penggerak dalam membangkitkan motivasi dan minat dari para penyandang disabilitas. Salah satunya, yakni melalui pelatihan barista yang merupakan pertama kali dilaksanakan oleh Dispora Kota Bandung.

"Maka kita tengah membantu memberdayakan kaum difabel untuk lebih produktif, terutama dalam minat dan bakat mereka. Karena tentu ada potensi yang dapat terus digali," ucapnya.

Dodi berharap kedepan akan muncul kafe atau tempat kopi yang memang dijalankan langsung oleh kaum difabel. Dimana hal tersebut, menjadi pertanda akan kemajuan penyandang difabel di Kota Bandung.

"Di Kota Bandung belum ada tempat kopi atau cafe yang dioperasikan oleh kaum difabel. Nah, maka akan kita akan terus lakukan pendampingan, dan diharapkan kedepan hal tersebut akan muncul," tambahnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR