Sudah Resmi Diluncurkan, Sakoci Sepi Peminat

Bandung Raya

Senin, 11 Maret 2019 | 11:15 WIB

190311112257-sudah.jpg

Laksmi Sri Sundari

Ilustrasi

SETELAH resmi diluncurkan, ternyata tak berdampak pada minat masyarakat menikmati wisata dengan bus wisata Saba Kota Cimahi (Sakoci). Meski sudah mulai beroperasi, kendaraan tersebut lebih lama terparkir daripada mengantar wisatawan.

Sakoci mulai mengantar wisatawan pada Sabtu (9/3/2019), namun hanya mengantar 1 kali trip yang merupakan rombongan siswa TK. Setelah lama parkir, Sakoci pun masuk garasi. Pantauan Minggu (10/3/2019), kondisi sepi juga terjadi di tempat keberangkatan Alun-alun Cimahi.

Baca Juga: Hanya Luluskan Satu Angkatan, AKN Milik Pemkot Cimahi Vakum

Tarif bus Sakoci yaitu Rp 15 ribu untuk pelajar dan Rp 20 ribu untuk umum untuk satu trip. Sesuai jadwal yang dirilis Organisasi Angkatan Darat (Organda) Kota Cimahi selaku pengelola, Sakoci mulai beroperasi pukul 08.00 WIB dengan keberangkatan trip selanjutnya pukul 10.00-13.00-15.00 WIB.

Eti Kurniawati (40), salah seorang warga yang sudah menaiki Sakoci, mengaku senang di Kota Cimahi ada wisata menggunakan Sakoci, seperti Bandros di Kota Bandung. Namun, sayang hanya sekedar melintas saja. "Iya lewat aja, cuma diceritain doang. Pas di Cireundeu juga enggak sampai tujuan karena nanjak jalannya," kata Eti.

Baca Juga: 131 Angkot di Kota Cimahi Dipasangi Stiker

Bahkan, rombongannya sudah memesan tiket sebelum resmi beroperasi. "Nunggu surat kendaraannya, sekarang sudah bisa," imbuhnya.

Menurut dia, tarif tersebut terasa mahal. "Kalau cuma lewat aja kemahalan, inginnya bisa masuk ke lokasi-lokasi," ujarnya.

Puspita (35), warga lainnya pun menuturkan hal serupa. "Naik Sakoci ini menyenangkan tapi cuma sebentar. Lebih asyik kalau bisa masuk area wisatanya," katanya.

Baca Juga: Tahun Ini di Cimahi Akan Dibangun Puskesmas Rawat Inap

Wakil Ketua Organda Kota Cimahi Olan Siswanto memaklumi Sakoci belum diminati masyarakat. "Maklum, masih baru. Nanti kita promosikan keberadaan Sakoci dengan menyebarkan brosur dan informasi lewat Media Sosial (Medsos). Kalau prediksi saya, seminggu lagi juga ramai," ujarnya.

Terkait tarif, menurut Olan, nilai tersebut sudah diatur berdasarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Cimahi Nomor 59 Tahun 2018 tentang Kendaraan/Bus Wisata Cimahi. "Nilai tersebut sudah termasuk asuransi Jasa Raharja. Organda tidak semena-mena menentukan harga tiket, disesuaikan berdasarkan survey ke pengelola bus sejenis di daerah lain contoh terdekat Kota Bandung juga sama tarifnya," katanya.

Baca Juga: Ini Rute Bus Saba Kota Cimahi

Penghasilan dari tiket nantinya digunakan untuk biaya perawatan, bahan bakar, serta gaji sopir serta pemandu wisata yang bertugas memandu perjalanan. "Kalau hitung-hitungan ekonomi, harga itu sudah sangat murah karena kita butuh pengeluaran untuk perawatan dan gaji sopir," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi Budi Raharja menjelaskan, perizinan untuk memasuki area bangunan bersejarah milik TNI belum rampung. Sehingga, sementara ini Sakoci hanya melintasi bangunan-bangunan tersebut sambil diberi penjelasan sejarah oleh pemandu wisata.

"Kalau sampai masuk ke dalam harus ada izin. Dari Kodiklat belum ada izin," katanya.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Resmi Luncurkan Bus Wisata Sakoci

Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah merencanakan untuk pengajuan izin agar wisata yang dikemas dalam 'Cimahi Military Tourism' itu bisa sampai masuk ke dalam tempat-tempat bersejarah.

"Kami harus ekpsos dulu ke pihak TNI, ini yang sedang kami siapkan bahannya," ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ruswanto menyatakan, Sakoci sudah dilengkapi surat kendaraan dari pihak kepolisian. Selain STNK, SIM pengendara juga sudsh disesuaikan dengan jenis kendaraan. "Secara keseluruhan, kelengkapan administrasi bus Sakoci sudah lengkap karena kami ingin tertib dalam operasionalnya," katanya.

Baca Juga: Pemkot Cimahi Pernah Terbitkan 2 KTP Elektronik untuk WNA

Dari titik keberangkatan di Alun-alun Cimahi, Sakoci akan melewati bekas bioskop bersejarah yakni 'Rio' yang kini beralifungsi menjadi area waralaba. Lalu melintasi bekas pos penjagaan atau Loji zaman kependudukan Belanda yang sekarang jadi Toko Buku Nasution.

Sakoci akan melaju melewati Jalan Amir Mahmud (Tagog) yang dulu sebagai pemberhentian kuda. Selanjutnya, akan melewati Jalan Gatot Subroto seperti markas Kodim 0609-Markas Baralyon Armed 4-GS, Pusdik Gumil, Tih dan Pengmilum, Pusdikhub, Pusdik Bekang, Gedung Balai Prajurit Soedirman.

Rute selanjutnya Jalan Poncol-Gg Penjara Militer Poncol, eks Gudang Senjata Pusdikpal, Jalan Baros-Taman Kartini, Gereja Tua Santo Ignatius, serta Pussen Armed. Sakoci juga akan masuk ke Jalan Haji Haris-Masji Al-Bakhirah (masji perahu).

Masuk Jalan HMS Mintaredja akan melintasi Pusdikpom-Gedung Baros Information Technologi Creatif (BITC), Pusdik Armed, Gedung Technopark, Jalan Kerkof-Taman Kehormatan Pemakaman Ereveld Kerkhof dan Kampung Adat Cireundeu. (Ririn NF/"PR")

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR