Bandung YES 2019 Kobarkan Semangat Entrepreneur

Bandung Raya

Minggu, 10 Maret 2019 | 17:34 WIB

190310173544-bandu.jpg

Irwina Istiqomah

KAHMIPRENEUR menggelar ajang inspiratif di Kota Bandung yang bertajuk "Bandung Young Entrepreneur Summit (YES) 2019" di Sasana Budaya Ganesha ITB, Minggu (10/3/2019). Program ini dalam rangka menciptakan pengusaha muda dan mengobarkan semangat para pemuda-pemudi Indonesia untuk mencetak entrepreneur yang andal.

Founder KAHMlPreneur, Kamrussamad mengatakan, Bandung YES 2018 memgambil tema "Arah Baru Ekonomi Indonesia" ini merupakan ajang pertemuan para entrepreneur di Jawa Barat. Selain itu, masyarakat yang tengah menyusun rencana bisnis bisa menyerap ilmu dan pengalaman agar dapat menjadi pebisnis ulung.

"Peserta yang datang mayoritas memang berasal dari Bandung. Tapi, ada juga dari Sumedang, Tasikmalaya, Garut, dan Karawang. Hal ini secara tidak langsung menyiratkan sebuah spirit untuk perubahan terhadap diri sendiri dan masa depan," tuturnya.

Kamrussamad menilai, kaum milenial kreatif perlu wadah untuk bertemu dengan para pengusaha muda sukses dan berbagai sektor bisnis. Menurutnya, ajang ini sebagai sarana berbagi akses teknologi, pembiayaan, dan pemasaran sehingga peserta mendapatkan akses terkini seputar pasar dan keuangan dari pemangku kepentingan.

"Kami ingin virus semangat entrepreneur dapat meluas secara merata, sekaligus membuka peluang terhadap penciptaan entrepreneur muda yang Iebih banyak sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Pemilik usaha kuliner Ayam Geprek Bensu, Ruben Onsu bercerita bahwa modal pertama mendirikam usaha makanan ialah Rp 7 juta. Bentuk usaha yang ia jalani tergolong sukses, namun ia menyebut, bukan karena faktor keartisannya melainkan harus mengetahui strategi bisnis.

"Membuat usaha enggak perlu modal besar. Kita berpikir punya modal sekian rupiah, tetapi bisa untuk jangka panjang. Saat ini saya sudah punya 110 outlet dengan jumlah 4.300 karyawan," ujarnya.

Ruben menginginkan bisnisnya tidak hanya jago kandang, namun juga mampu tumbuh di luar negeri. Ekspansi outlet yang sudah ia coba ialah di Hong Kong.

"Saya ingin orang luar negeri tahu bahwa Indonesia punya makanan enak. Tidak hanya produk luar yang bisa dijual di sini. Tapi, produk kita juga harus bisa dijual di luar negeri. Rencananya dalam waktu dekat saya mau buka outlet di Taiwan dan Amsterdam," jelasnya.

Di samping itu, pengusaha factory outlet dan tempat wisata, Perry Tristianto menambahkan, kesuksesannya berbisnis lantaran dihidupkan oleh para entrepreneur kecil. Sebanyak 1.000 orang karyawan memperoleh pekerjaan.

"Ada 140 usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menghidupkan saya. Pedagang-pedagang kecil inilah yang harus kita ajak untuk sukses bersama," ucapnya.

Lebih lanjut, keynote speaker Bandung YES 2019, Sandiaga Uno mengatakan, potensi entrepreneur di Bandung sangat luar biasa. Dari Pangandaran hingga Bandung, imbuhnya, memiliki semangat kewirausahaan.

"UMKM yang berkembang bisa membuka lapangan pekerjaan. Semangat berbisnis ini yang akan mmebangun bangsa," katanya.

Menurut Sandiaga, di ajang ini para calon entrepreneur dapat belajar menjadi seorang pengusaha sejati langsung dari pakarnya. "Ini salah satu upaya yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur untuk mau mengambil hikmah dari tantangan yang dihadapi oleh entrepreneur sukses," terangnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR