Pemkot Bandung Segel Hotel Sheo

Bandung Raya

Kamis, 21 Februari 2019 | 17:33 WIB

190221173416-pemko.jpg

Rio Ryzki Batee

PEMKOT Bandung menyegel Hotel Sheo yang berada di kawasan Cimbuleuit. Tindakan tersebut karena hotel ini dinilai telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Pasalnya hotel tersebut tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), seperti yang tertuang pada pasal 37 ayat 1 Perda Nomor 7 Tahun 2012.

Penyegelan hotel ini melibatkan tim gabungan, mulai dari Satpol PP Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung (Disbudpar), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Tata Ruang (Distaru).

"Penyegelan hotel ini karena melanggar perda nomor 7 tahun 2012 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Pemkot Bandung sudah memberikan tiga kali peringatan kepada hotel ini,” Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai memimpin langsung penyegelan tersebut, di Kawasan Cimbuleuit, Kota Bandung, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, walau disegel, hotel tersebut memperoleh kebijakan tetap dapat menerima tamu hingga Minggu (24/2/2019). Karena terdapat beberapa kegiatan di hotel ini dan sudah dipesan sejak lama.

"Hari ini katanya ada kegiatan sampai hari minggu. Kita berikan kebijakan, namun mulai hari ini tidak boleh menerima cek in baru," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dusbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan bahwa Hotel Sheo tidak memperpanjang Daftar Usaha Pariwisata (DUP) sejak tahun 2016.

"Seharusnya setiap satu tahun sekali harus diperpanjang. Tahun 2015 mereka mengajukan, berlakunya satu tahun sampai 2016. Nah di 2016 mereka tidak memperpanjang sampai sekarang," ujarnya.

Dikatakannya, dalam Perda, DUP merupakan database pemerintah khususnya Disbudpar sebagai pariwisata yang berada di wilayahnya.

"Ubah kepemilikan, itu juga masuk dalam permasalahan. Ini harus ganti izin dan yang lainnya. Karena mengubah kepemilikan harus dari nol," ucapnya.

Terkait penyegelan, Kenny meminta agar pengusaha menempuh perizinan sesuai prosedur baik yuridis, administrasi, dan teknisnya. Lebih jauh, dalam memastikan hotel tersebut tidak menambah penghuni kamar, pihaknya akan memonitoring dengan mengecek buku tamu dan sebagainya.

"Kita cek ada buku tamu. Senin nanti, anggota mau ke sini lagi. Kalau masih bandel, ya kita serahkan ke Satpol PP penindakan selanjutnya seperti apa," terangnya.

Sementara itu, Operasional Manager Hotel Sheo, Kuswanti Eka R mengaku, akan mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Termasuk mengurus perizinan agar bisa kembali beroperasi. "Sedang kami laksanakan prosesnya. Namun terkendala dari Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang belum jadi," jelasnya.

Ia pun meminta kepada Pemkot Bandung untuk memberikan kebijakan satu pekan ini. Karena para tamu sudah melakukan booking dan menginap.

"Berhubung hotel okupansinya di atas 70 persen sampai hari Minggu, jadi kita minta waktu sampai tiga hari. Istilahnya tetap beroperasi meskipun ada penempelan segel," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR