Cek Sidik Jari Akan Dilakukan untuk Ungkap Identitas Korban Mutilasi

Bandung Raya

Selasa, 12 Februari 2019 | 20:06 WIB

190212200720-cek-s.jpg

liputan6.com

Ilustrasi.

UNTUK mempercepat pengungkapan identitas pasti dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban mutilasi di Malaysia, pihak kepolisian terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan melakukan pengecekan sidik jari satu mayat korban yang diduga Nuryanto (37) warga Kp. Ciodeng, Kel. Bojong Malaka, Kec. Baleendah, Kab. Bandung.

Salah seorang tim pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan mengatakan, Kedutaan Besar Malaysia menyampaikan telah menemukan potongan tangan kedua korban yang diduga Nuryanto dan temannya Ai Munawaroh di dalam sebuah kantong keresek.

"Jadi kemarin ada satgas dari Kedutaaan Besar kita di Malaysia menyampaikan via whatsapp bahwa akan mengecek melalui sidik jari supaya lebih cepat dari pada test DNA," ujar Hermawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (12/2/2019).

Hermawan menuturkan, di dalam satu keresek yang ditemukan pihak kepolisian Malaysia itu, dua pasang tangan kedua korban ditemukan. "Jadi nanti dicek siapa yang cocok antara klien kita (Nuryanto) atau Ai Munawaroh, bisa salah satunya atau bisa juga kedua-duanya kita belum tahu," katanya.

Menurutnya, test sidik jari ini kemungkinan akan dilakukan melalui sisa-sisa kulit jenazah, mengingat kondisi potongan tangan yang ditemukan dalam kantong keresek itu kondisinya sudah lapuk.

Lebih lanjut Hermawan mengatakan, potongan tangan tersebut akan segera dibawa ke Indonesia dari Malaysia, untuk segera dilakukan test sidik jari. Dan kemungkinan hari ini Satgas Kedutaan Besar RI di Malaysia juga sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri.

"Test DNA cukup lama bisa memakan waktu dua minggu bahkan lebih. Makanya kami mencari alternatif lewat sidik jari supaya lebih cepat. Sidik jari ini bisa dalam tiga sampai empat hari sudah bisa keluar hasilnya," ujarnya.

Saat ditanya terkait Ai Munawaroh yang diduga saat di Negeri Jiran bersama dengan Nuryanto, Hermawan mengaku tidak mengetahui siapa perempuan yang bersama kliennya itu.

"Kami tidak tahu Ai Munawaroh ini siapa. Karena setahu kami, klien kami (Nuryanto) menyampaikan berangkat ke Malaysia sendiri. Ternyata pas dicek di Air Asia bahwa keberangkatan mereka itu berdua," ungkapnya.

Selain mengecek ke salah satu maskapai penerbangan yang digunakan Nuryanto, pihak tim pengacara juga mengecek langsung ke sejumlah relasi korban di Malaysia, untuk memastikan teman wanitanya ini.

"Kami mengecek juga ke relasi mereka di sana 'saudara Nuryanto bersama siapa?'. Katanya mereka berdua. Kemungkinan bersama Ai itu," katanya.

Namun, pihaknya tidak mencurigai apapun karena menganggap Nuryanto memiliki banyak relasi, baik perempuan maupun laki-laki. Meski, Hermawan tidak menampik dan sempat mengetahui perempuan bernama Ai Munawaroh kabarnya akan dijadikan pegawainya.

"Yang saya lihat di bukti lapor polisi kehilangan, yang perempuan alamatnya Soreang. Tapi alamat persisnya kami tidak tahu," jelasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR