Pangdam III/Siliwangi: TNI harus Melek Teknologi

Bandung Raya

Selasa, 12 Februari 2019 | 18:12 WIB

190212181337-pangd.jpg

Rio Ryzki Batee

PANGDAM III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Suwandono menegaskan, TNI harus melek teknologi. Terlebih dengan semakin canggihnya alat perang, yang memiliki Artificial Intellegence (AI).

Dalam rapat pimpinan (rapim) TNI-Polri tersebut, Pangdam menampilkan sebuah video yang menunjukkan terciptanya satu alat perang canggih, yang dapat menembak dengan cara mendeteksi wajah manusia.

"Hal ini merupakan himbauan langsung dari Presiden, agar TNI mengikuti perkembangan teknologi. Sekarang ada alat perang baru yang dapat langsung menembak, dengan mendeteksi wajah manusia," ungkapnya pada Rapim di Graha Tirta Siliwangi, Jln. Lombok, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, alat perang tersebut merupakan salah satu kemajuan teknologi, yang harus di antisipasi karena sangat berbahaya. Selain itu, juga ada sebuah teknologi yang digunakan untuk kebutuhan pengambilan gambar jarak jauh, yakni drone. Dimana cukup berbahaya apabila digunakan untuk tujuan perang.

"Drone bisa menembak sasaran terpilih, dengan digerakan oleh smartphone," ujarnya.

Dikatakannya, teknologi lain yang sama berbahayanya, yakni high tech kamuflase. Hight tech kamuflase ini berupa kain yang dapat menyerupai alam disekitarnya, dan sudah dikembangkan di Jepang.

Ia mengatakan, alat perang canggih lainnya yakni dengan memanfaatkam teknologi saat ini, adalah senjata yang dapat di buat oleh 3d printing. Senjata jenis ini, dapat dibuat oleh plastik yang keberadaannya tidak akan terdeteksi oleh metal detector.

"Teknologi-teknologi berbahaya seperti ini harus dicegah, Indonesia harus berupaya melakukan strategi penangkalan. Sehingga Kita harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dewasa ini," katanya.

Selain teknologi terkait alat perang, teknologi informasi juga dinilainya saat ini pun bisa menjadi ancaman. Contohnya dalam hal ini adalah media sosial yang dapat menyebarkan berita-berita bohong atau hoax.

"Kita berbuat benar-benar tapi dengan media sosial dihembuskan ketidakbenarannya atau hoax. Maka saya meminta kepada seluruh TNI-Polri agar bersama-sama bersinergi dalam mewaspadai kemajuan teknologi dan media sosial untuk menjaga keamanan NKRI," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR