Terpidana Suap Ditangkap di Dekat Kantor Polisi

Bandung Raya

Senin, 11 Februari 2019 | 19:18 WIB

190211191840-terpi.jpg

Lucky M. Lukman

TIM gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menangkap Alex Tahsin Ibrahim, terpidana kasus suap atau gratifikasi pembebasan lahan SMAN 22 Kota Bandung seluas 4.190 meter persegi. Alex yang merupakan mantan Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Bandung itu diamankan tak jauh dari Mapolrestabes Bandung, Jln. Jawa, Senin (11/2/2019).

"Selama ini kami mencarinya. Setelah kami intai, tadi sore ditemukan ada di Polrestabes Bandung. Begitu keluar dari kantor polisi, yang bersangkutan langsung diamankan. Cukup kooperatif saat kami bawa ke sini (kantor Kejari Bandung)," jelas Kepala Kejari Bandung, Rudy Irmawan melalui Kasi Pidsus Iwan Arto K dan Kasi Intel Aco Rahmadi Jaya, di kantor Kejari Bandung, Jln. Jakarta, Senin (11/2/2019).

Aco menambahkan, pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana berdasarkan putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang dikeluarkan tanggal 11 Januari 2017. Putusan tersebut membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Bandung Nomor 126/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Bdg tanggal 19 November 2015. Pada pengadilan tingkat pertama, Alex Tahsin Ibrahim divonis bebas.

"Putusan MA kemudian menyatakan terpidana bersalah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-Undang Tipikor dan menjatuhkan pidana selama 7 tahun, denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan. Terpidana juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 400 juta," tutur Aco.

Ia mengungkapkan, meski MA sudah memutuskan perkara itu pada 11 Januari 2017, pihaknya baru menerima salinan putusan pada 19 September 2018. Setelah menerima salinan putusan, tim Kejari Bandung pun langsung berusaha mencari terpidana untuk mengeksekusi putusan.

"Jadi tim intel dan pidsus terus melakukan pencarian tapi belum membuahkan hasil. Sampai akhirnya hari ini tim berhasil menemukan terpidana. Saat diamankan, terpidana sedang bersama anaknya," ujar Aco.

Kasi Pidsus Kejari Bandung, Iwan Ato K menambahkan, setelah diamankan, Alex Tahsin dibawa ke kantor Kejari Bandung untuk pengurusan administrasi. Setelah itu, Alex Tahsin dibawa ke Lapas Klas I Sukamiskin. "Langsung kami bawa untuk mendekam di sana," kata Iwan.

Dari pantauan galamedianewa.com, Alex Tahsin tampak keluar dari ruangan Pidsus Kejari Bandung dengan dikawal sejumlah petugas. Ia bergegas naik ke mobil tahanan yang membawanya menuju Lapas Klas I Sukamiskin. Ditanyai wartawan, Alex bergeming.

Seperti diketahui, Alex Tahsin sempat divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Bandung karena tak terbukti menerima gratifikasi. Saat itu putusan dibacakan Eko Haryanto selaku ketua majelis hakim di Ruang II Pengadilan Tipikor, Kamis  19 November 2015. Sebelumnya, Alex Tahsin dituntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan serta uang pengganti Rp 400 juta.

Alex Tahsin terlibat dalam kasus korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan SMAN 22 Bandung. Nilai kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 7,5 miliar.

Kasus tersebut terjadi di tahun 2013. Selain Alex Tahsin, kasus ini menyeret Didi Rismunadi yang ketika itu menjabat sebagai Kabid di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung. Ia berperan mengurusi administrasi dan menandatangani surat pencairan anggaran proyek. Didi divonis hukuman 4 tahun penjara namun dikurangi di tingkat banding. Ia kini sudah menghirup udara bebas.

Sedangkan tersangka Alex Tahsin Ibrahim merupakan Wakil Sekretaris PN Bandung. Ia diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 400 juta dari Olih. Olih sendiri ikut terjerat dan divonis bersalah serta diganjar hukuman 6 tahun penjara.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR