Isu LGBT di Majalaya Membuat Geram Pemuda KNPI

Bandung Raya

Senin, 11 Februari 2019 | 19:04 WIB

190211190647-isu-l.jpg

nu.or.id

Ilustrasi.

BERKEMBANGNYA isu tak sedap berkaitan dengan adanya komunitas Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) di Kecamatan Majalaya dan Paseh Kabupaten Bandung, membuat sejumlah kalangan pemuda geram. Para pemuda setempat berharap, komunitas tersebut jangan sampai ada dan berkembang di Majalaya dan Paseh.

"LGBT itu merupakan bagian dari perilaku yang menyimpang. Kami mengetahui dari sejumlah grup whatsapp yang mempertanyakan dan mengecam adanya isu LGBT ada di Majalaya dan Paseh. Sementara kami sebagai warga asli Majalaya tidak pernah tahu dan melihat ada kegiatan LGBT di Majalaya," ungkap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Majalaya, Deden Asrul kepada galamedianews.com di Majalaya, Senin (11/2/2019).

Yang lebih membuat dirinya geram dan tidak terima, lanjut Deden, setelah ada pihak yang menyebutkan kegiatan komunitas LGBT di Gedung Koni Sajabat Desa Majakerta Kecamatan Majalaya.

"Ada juga di Gedung KONI Sajabat itu, komunitas waria yang melakukan kegiatan olahraga. Memang kegiatan mereka juga masuk dalam pengawasan sejumlah pihak," kata Deden.
Deden mengatakan, untuk mencegah berkembangnya prilaku menyimpang tersebut, tidak lepas dari peranan para ulama atau tokoh agama dalam mensosialisasikannya kepada masyarakat.

"Harus ada pembinaan dari tokoh ulama atau agama dalam melakukan pembinaan akhlak dan moral kepada masyarakat. Jangan sampai isu LGBT ada dan berkembang di Majalaya dan sekitarnya. Jika dilihat dari sisi agama, prilaku menyimpang itu bertentangan dengan agama. Bahkan pemerintah juga melarang adanya komunitas tersebut," paparnya.

Ia juga berharap kepada para orang tua lebih ketat dalam mengawasi keseharian anak-anaknya. "Orang tua harus tahu anaknya gaul dengan siapa. Termasuk pergi dengan siapa? Ini dalam upaya memproteksi prilaku menyimpang anaknya, disaat berada di luar pengawasan orang tuanya," katanya.

Tidak hanya itu, imbuh Deden, para orang tua harus mendorong anaknya mengikuti pendidikan agama. "Jika anaknya dipupuk dan dibekali pendidikan agama akan memproteksi anak tersebut terpengaruh prilaku yang tak baik," katanya.

Lebih lanjut Deden mengatakan, pendidikan di dalam keluarga menjadi kunci penting untuk membantu anak-anak tersebut berada pada rel yang benar. "Jangan sampai anak-anak salah bergaul," katanya.

Dikatakannya, berkembanya isu komunitas LGBT itu menjadi persoalan sosial  di kalangan masyarakat. "LGBT ini bagian dari penyakit masyarakat. Untuk itu, komunitas ini jangan sampai ada di Majalaya," katanya.

Ia sebagai warga Majalaya merasa risi ketika mengamati pemberitaan LGBT di Majalaya. "Adanya isu pemberitaan tersebut sama dengan merusak nama baik daerah. Apalagi isu tersebut menyebar sangat cepat di kalangan masyarakat. Warga luar daerah juga sempat ada yang bertanya, terkait pemberitaan tersebut," katanya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR