Pengerukan Endapan Sungai Cikaro Rampung

Bandung Raya

Senin, 11 Februari 2019 | 18:21 WIB

190211182209-penge.jpg

Engkos Kosasih

PENGERUKAN endapan lumpur atau sedimentasi yang mengendap di saluran irigasi Sungai Cikaro, Kampung Rancabali RW 12 Desa Sukamantri Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung sudah tuntas, Senin (11/2/2019).

Pengerukan sedimentasi itu dilaksanakan pengurus RW 12 Kampung Rancabali beserta masyarakat setempat. Dalam pengerjaannya pun dibantu Satgas Citarum Harum, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas Desa dan Forum RW se-Desa Sukamantri dan pihak lainnya.

"Pengerukan sedimentasi di Sungai Cikaro sudah rampung 100 persen," kata Ketua RW 12 Kampung Rancabali Nanang Jauhari kepada galamedianews.com di Kampung Rancabali, Senin sore.

Menurut Nanang, pengerukan endapan lumpur yang mencapai ratusan meter kubik tersebut untuk menurunkan permukaan aliran air Sungai Cikaro disaat memasuki turun hujan. ""Harapan kami, disaat aliran air Sungai Cikaro mengalir deras tidak mudah meluap dan menggenangi permukiman warga di Kampung Rancabali tersebut," harap Nanang.

Ia mengatakan, dengan adanya pengerjaan pengerukan endapan lumpur itu ada penurunan aliran air sungai sedalam 60 centimeter. Sehingga ia bisa memastikan bisa meminimalisir ancaman banjir yang disebabkan dari luapan aliran sungai tersebut.

"Kami berharap dengan adanya pengerukan endapan lumpur ini dapat menberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Mengingat ratusan rumah di Kampung Rancabali rawan banjir," ungkapnya.

Ia mengatakan, pengerukan endapan lumpur itu merupakan inisiatif pengurus RW dan warga setempat. Endapan sedimen yang mengendap di aliran sungai tersebut dihanyutkan ke Sungai Citaum, mengingat Sungai Cikaro merupakan anak Sungai Citarum.

"Pengerjaan pengerukan endapan lumpur itu dengan cara manual. Di antaranya menggunakan cangkul, selain mesin pompa air untuk menghanyutkan endapan sedimentasi," kata Nanang.

Dikatakannya, pengerukan endapan sedimentasi tersebut membutuhkan kerja keras dan menguras tenaga. "Kita berhasil membersihkan endapan lumpur pada sungai sepanjang 150 meter dan lebar 4-5 meter. Saat ini, aliran sungai terlihat dalam, sehingga bisa mengurangi tinggi genangan air disaat turun hujan dan menyebabkan debit aliran air mengalir deras. Mudah-mudahan permukiman di Kampung Rancabali tidak lagi rawan banjir," harapnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR