Pembangunan 10 Ruang Kelas Terhenti, Ganggu Proses KBM di 4 SD

Bandung Raya

Senin, 11 Februari 2019 | 16:00 WIB

190211160155-pemba.jpg

PEMBANGUNAN 10 ruang kelas SDN Cimerang 1, 2, 3 Cimerang dan SDN Ciampel 1 di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya berhenti total. Berdasarkan Informasi yang dihimpun sudah hampir dua minggu pembangunan dihentikan oleh pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut.

Belum semua ruang kelas yang sudah dibongkar selesai dibangun kembali. Akibatnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di empat sekolah itu terganggu.

Pelaksana KBM yang sebelum pembongkaran hanya pagi sampai siang, kini harus dilaksanakan dua shif, yaitu pagi dan siang.

Salah seorang pekerja proyek tersebut, Dadang (50) membenarkan sudah dua minggu pembangunan kelas dihentikan. Dampak dari penghentian itu, upah harian yang mestinya diterima Rp 125.000 per sudah tiga.minggu belum dibayarkan.

"Ada 25 pekerja yang mengerjakan proyek ini. Katanya, proyek ini dihentikan karena menunggu pencairan," kata Dadang di Padalarang, Senin (11/2/2019).

Dihubungi lewat telepon, Kepala Dinas Pendidikan KBB, Imam Santoso membenarkan proyek pembangunan 10 ruang kelas di SDN Cimerang 1,2,3 dan SDN Ciampel 1 dihentikan oleh pihak ketiga. Namun berdasarkan klarifikasi yang dilakukan pada pihak sekolah, pengerjaan akan kembali dilanjutkan Kamis (14/2/2019).

"Kalau mengacu pada Mou antara pihak ketiga dengan kepala sekolah, maka pihak ketiga akan menyelesaikan pembangunan sampai ruang kelas kembali terbangun. Proyek ini kan, di luar program dinas, kami sama sekali enggak tahu. Jadi, pihak-pihak yang membuat MoU lah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunan," paparnya.

Ia menegaskan, jika pihak ketiga tidak melanjutkan pembangunan maka kepala sekolah yang harus menyelesaikannya.
"Pokoknya bangunan yang dibongkar harus kembali utuh," tegasnya.

Seperti diketahui sebanyak 10 ruang kelas yang berada SD Cimerang 1, 2, 3, dan SD Ciampel 1, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) 'dibongkar paksa'. Pembongkaran sejumlah ruang kelas yang masih cukup layak tersebut dilakukan karena diduga pihak sekolah telah dijanjikan bantuan anggaran pembangunan dari pihak-pihak tertentu.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR