Banjir Bandang Cilengkrang, Bupati Ingin ada Evaluasi di Kawasan Hulu

Bandung Raya

Minggu, 10 Februari 2019 | 15:29 WIB

190210153235-banji.jpeg

ayobandung

SELAIN Polres Bandung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung akan menelusuri penyebab jebolnya tanggul anak sungai Cipanjalu yang berakibat banjir bandang hingga merusak belasan rumah dan dua di antaranya ambruk di Komplek Jati Endah Regency, Dusun Pasir Jati RT 004/RW 016, Desa Jati Endah, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung, Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kejadian ini, mulai dari wilayah hulu, seperti pola tanam yang dilakukan masyarakat.

"Apakah pola tanamnya tidak pakai sengkedan (cara bercocok tanam)," ujar Dadang usai melakukan peninjauan ke lokasi kejadian, Minggu (10/2/2019) siang.

Disinggung apakah Komplek Jati Endah Regency masuk ke Kawasan Bandung Utara (KBU), Dadang mengatakan, komplek tersebut tidak masuk KBU. "Kalau di daerah ini masih di bawah yang di atas itu masuk KBU," katanya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu, aturan membangun bangunan di wilayah KBU 20 persen di bangun dan 80 persen merupakan ruang hijau. Dadang mengklaim,  pembangunan sudah dikendalikan 20 persen terbangun, namun yang 80 persen dihijaukan belum dapat diketahui.

Dadang mengimbau kepada masyarakat Bandung khususnya yang ada di seputar kaki-kaki gunung, harus waspada dengan derasnya intensitas hujan akhir-akhir ini.

"Musim penghujan masuk, mohon kewaspadaan ditingkatkan terkait dengan kondisi cuaca yang semakin buruk. Hujan masih terus akan berlanjut selama tiga bulan," imbuhnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR