Pemkot Bandung Bantah Lakukan Pungli di Gedung HUB

Bandung Raya

Jumat, 18 Januari 2019 | 18:04 WIB

190118180546-pemko.jpg

Rio Ryzki Batee

PEMKOT Bandung membantah terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) di Gedung Bandung Creative Hub (BCH). Sehingga isu yang beredar terkait hal tersebut, dinilai tidak benar sama sekali.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menerangkan bahwa tidak tahu menahu terkait isu tersebut, dan hanya mengetahuinya melalui media massa.  

"Saya dapat informasi dari anak-anak yang kesini, enggak ada (pungli) ya kecuali uang parkir. Kalau dipungut enggak ada," ungkapnya di Gedung BCH, Jln. Laswi, Kota Bandung, Jumat (18/1).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Bandung, sejumlah pekerjaan yang dikerjasamakan telah habis pada 31 Desember 2018. Sehingga akan dilakukan terlebih dahulu dilakukan evaluasi terkait kinerja dari kerjasama tersebut, sebelum adanya kesepakatan untuk diperpanjang.

"Kalau ada ASN atau non ASN yang melakukannya maka kita punya aturan, dan punishment itu pasti ada," katanya.

Yana menuturkan jika ada keluhan atau persoalan yang dirasakan oleh masyarakat dapat melapor melalui aplikasi LAPOR yang dimiliki Pemkot Bandung. Setiap laporan yang diterima akan segera ditindaklanjuti.

"Jadi lapor saja dengan bukti-bukti dan data-data, jangan fitnah lah. Kita punya struktur untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Hal yang senada disampaikan oleh Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari yang menjelaskan bahwa tidak adanya pungli bagi para pengunjung atau pengguna fasilitas Gedung BCH. Sementara terkait kerjasama, lanjutnya, kontraknya sudah habis.

"Jadi memang sudah habis masa kontraknya, bukan karena dipecat," ucapnya.

Disinggung terkait aktivitas Gedung BCH yang sepi, menurutnya hal tersebut relatif karena berdasarkan pengamatannya tingkat aktivitas di gedung tersebut masih ramai.

"Gedung Creative Hub ini milik bersama dengan masyarakat, jadi silahkan datang. Kalai mau menyelenggarakan kegiatan, kita buatkan jadwalnya. Kalau ada aduan silahkan lapor ke hotline kami," tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta investigasi terkait dugaan pungli yang dibebankan kepada para pengguna fasilitas di Bandung Creative Hub (BCH). Diperlukan pembenahan dan penataan kembali gedung yang telah diramaikan lebih dari 900 kegiatan selama setahun terakhir itu.

“Harus ditata lagi, harus baik. Kalau terbukti ada kesalahan, ya harus diproses secara aturan yang berlaku. Yang penting mah ada keadilan. Keadilan yang sesuai aturan,” terangnya.

Mang Oded mengaku sudah menerima kabar terkait pungli di BCH Terkait, sebelum kasus tersebut beredar luas. Lebih jauh, Ia telah memanggil dinas terkait untuk menindaklanjuti isu tersebut, dugaan pungli itu juga sudah menjadi perhatian saat rapat pimpinan.

“Sebenarnya waktu rapim saya sudah minta kepada mereka, kepada bagian industri dan perdagangan, dinas kebudayaan dan pariwisata, untuk melaporkan. Tetapi laporan belum sampai ke saya, geus kaburu aya temuan itu. Sampai saat ini saya belum dapat laporan itu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Oded meminta pembenahan secepatnya dilakukan agar BCH bisa digunakan terbuka bagi warga Kota Bandung. Pada dasarnya, pemanfaatan fasilitas di BCH merupakan bentuk pelayanan publik yang bersifat nonprofit.Tujuannya agar warga Bandung bisa mengembangkan kreasi, yang bisa menciptakan ekonomi kreatif baru di Kota Bandung.

Gedung yang dibangun dengan nilai Rp 40 miliar itu dilengkapi ruang-ruang aktifitas kreatif. Setahun lebih gedung itu hadir, mulai terdapat sejumlah kerusakan. Seperti pada sejumlah bagian terlihat retakan teras, tembok berlumut, air mancur tidak terawat, hingga kebocoran pipa di parkiran basemen.

Fasilitas pendukung seperti toilet banyak yang tidak berfungsi dan terkunci. Sepasang lift tidak bisa difungsikan, sehingga akses di gedung 6 lantai itu hanya bisa memanfaatkan tangga.

Angka kunjungan pada tahun lalu, bisa mencapai lebih 2 ribu kunjungan per bulan. Bahkan, telah ada rutinitas komunitas kreatif yang bergulir melalui program kelas-kelas komunitas, lokakarya, atau acara khusus.


Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR