Kampung Babakan Jambu Gulirkan Program RW Zero Waste

Bandung Raya

Jumat, 18 Januari 2019 | 16:55 WIB

190118165538-kampu.jpg

Engkos Kosasih

KAMPUNG Babakan Jambu RW 11 Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung menjadi salah satu percontohan kampung RW zero waste dari 12 RW di desa tersebut. Pembentukan kampung RW zero waste tersebut sudah berlangsung beberapa pekan ini, dan ditargetkan selama tiga bulan program tersebut benar-benar terealisasi atau terwujud.

Ketua Karang Taruna Desa Majakerta yang juga fasilitator RW Zero Waste, Aep Saepudin mengatakan, program kampung RW zero waste ini merupakan program lingkungan yang digulirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung. Bahkan, DLH terus-menerus mensosialisasikan program serupa ke setiap kecamatan di Kabupaten Bandung.

"Program kampung RW zero waste ini dengan sasaran merubah prilaku manusia, khususnya dalam pengelolaan sampah di rumah tangga masing-masing. Warga juga turut diajarkan untuk memilah sampah organik dan anorganik," kata Aep kepada galamedianews.com di Majalaya, Jumat (18/1/2019).

Menurut Aep, dalam menggulirkan program kampung RW zero waste ini dengan sasaran sekitar 400 kepala keluarga atau sekitar 1.600 jiwa di Kampung Jambu RW 11 tersebut.

"Dalam program kampung RW zero waste itu semua warga dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Untuk mensukseskan program tersebut, kami pun berusaha menyiapkan bank sampah sukaluyu. Bank sampah tersebut dalam pengelolaannya melibatkan RT dan RW setempat," kata Aep.

Dikatakan Aep, selain menyiapkan bank sampah, di sejumlah titik tersebut menyiapkan tong sampah guna menampung sampah rumah tangga. "Tetapi sebelum sampah itu dibuang ke tong sampah kemudian diolah di bank sampah, terlebih dahulu sampah dikelola di rumah tangganya masing-masing," jelas Aep.

Pihaknya berusaha untuk mengarahkan dan membina warga dalam pengurangan sampah rumah tangga yang dibuang ke tong sampah. Aep juga mengarahkan kepada setiap rumah tangga masing-masing membuat dua lubang cerdas organik (LOC).

"LCO itu berfungsi untuk membuang sampah organik, yang nantinya bisa menjadi pupuk. Bahkan, beberapa rumah tangga sudah membuat LCO, meski di perkampungan itu dekat dengan kawasan sawah. Soalnya, saat membuat LCO langsung keluar air," jelasnya.

Ia mengatakan, progran percontohan kampung RW zero waste ini sengaja dilaksanakan di Kampung Jambu itu karena berada di antara aliran Sungai Cikaro. Meski di sepanjang aliran sungai itu masih ada RW 01, 02, 03, 04 dan RW 05 Desa Majakerta.

"Kita bikin percontohan di Kampung Babakan Jambu RW 11, dalam upaya mewujudkan kampung RW zero waste. Dengan harapan, warga tidak membuang sampah ke sungai, melainkan mereka turut menjaga kelestarian aliran Sungai Cikaro dari pembuangan sampah sembarangan," paparnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR