25 Pecinta Alam B-Pas Mengikuti Diklatsar

Bandung Raya

Jumat, 18 Januari 2019 | 15:53 WIB

190118155430-25-pe.jpg

Engkos Kosasih

SEBANYAK 25 pecinta alam dari komunitas barudak-pecinta alam serimba (B-Pas) Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, mengikuti pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) pecinta alam, Jumat (18/1/2019).

Pelaksanaan diklatsar itu, diawali pelaksanaan pembukaannya di Taman Hijau Alun-alun Majalaya, kemudian ditindaklanjuti di kawasan Kamojang Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung sampai hari Minggu (20/1/2019).

Dari 25 pecinta alam itu, 12 peserta di antaranya adalah pecinta alam pemula yang berasal dari anak-anak usia sekolah SMP dan SMA/SMK. Sebagian orang lagi adalah para senior pecinta alam yang tergabung dalam B-Pas dan pemberi materi dalam diklatsar tersebut.

Hadir pada kesempatan Denni Hamdani sebagai pemberi materi diklatsar, Bhabinkamtibmas Polsek Majalaya Aiptu N. Hendra, Ketua KNPI Kecamatan Majalaya Deden Asrul, Pecinta Alam B-Pas Aji, Widi dan pecinta alam lainnya. Denni Hamdani sebagai narasumber/pemberi materi dalam diklatsar mengatakan, melaksanakan pendidikan dasar dan latihan ini merupakan bagian dari pendidikan dasar atau seleksi awal sebelum memasuki sebuah organisasi.

"Para peserta yang ikut dalam diklatsar ini merupakan calon anggota B-Pas," kata Denni kepada galamedianews.com di Majalaya, Jumat.

Selama mengikuti diklatsar, imbuh Denni, para peserta dibekali tentang pendidikan pecinta alam. Di antaranya dibekali tentang skill atau kemampuan tekhnik navigasi, jungle survival (tali temali), panjat tebing dan tekhnik kemampuan lainnya. Selain itu tekhnik bagaimana membuat jembatan.

"Diklatsar ini merupakan proses kedepan, khususnya pengkaderan pejuang konservasi. Mengingat, titik utama kegiatan yang dilaksanakan B-Pas merupakan aspek restorasi kawasan, yaitu dengan konsep sadar kawasan," jelasnya.

Denni mengatakan, setelah proses diklatsar ini dilalui, kedepannya akan ada pendidikan lanjutan. "Tentunya yang tak diberikan pada diklatsar ini," katanya.

Dikatakannya, yang menjadi aspek penting dalam diklatsar ini, yaitu tentang konservasi lingkungan. "Dengan harapan organisasi ini memiliki karakter dasar. Kami berharap, nantinya mereka tak hanya memiliki tekhnik skill dan human skill saja, tetapi memiliki keahlian untuk sisi penyelamatan lingkungan," paparnya.  

Ketua KNPI Kecamatan Majalaya Deden Asrul mengatakan, dalam pelaksanaan diklatsar ini, para peserta harus memiliki integritas yang tinggi dalam meneruskan tongkat kepemimpinan dalam pelaksanaan pembangunan di Majalaya.

"Khususnya dalam pelestarian lingkungan," harap Deden Asrul.

Deden Asrul berharap kepada para peserta dapat mewujudkan diri dan kecintaan serta keramahan terhadap limgkungan serts alam. "Para peserta diklatsar bisa mewujudkan diri kecintaan terhadap lingkungan. Para peserta bisa membiasakan diri menaman pohon sebagai bentuk keramahan terhadap lingkungan," kata Deden.

Widi, salah seorang anggota komunitas B-Pas Majalaya  mengatakan, pelaksanaan diklatsar ini berawal dari hobi terhadap kecintaannya terhadap lingkungan. "Diklatsar ini diawali dengan senang mendaki gunung, sehingga harus dibekali dengan skill atau kemampuan," katanya.

Widi mengatakan, diklatsar ini selain mengasah keterampilan atau kemampuan di bidang alam, juga dibarengi dengan bimbingan mental.

"Yang jelas banyak dipelajari dalam diklatsar ini, mulai dari navigasi, survival, manajemen perjalanan dan kecintaan terhadap lingkungan. Termasuk pendidikan tentang konservasi terhadap limgkungan," ungkapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR