Jenguk Korban Puting Beliung, Bupati Sebut Rancaekek Permai Tak Layak Huni

Bandung Raya

Sabtu, 12 Januari 2019 | 14:40 WIB

190112144258-jengu.jpg

Engkos Kosasih

Bupati Bandung, Dadang M. Naser berdialog dengan warga korban puting beliung Rancaekek

BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser mengapresiasi sejumlah pihak seperti unsur TNI, Polri, Ormas, Organisasi Kepemudaan, dan para relawan yang turut membantu penanggulangan korban bencana angin puting beliung di sejumlah desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/1/2019).

Bupati menyampaikan hal itu kepada wartawan saat melaksanakan kunjungan kerja dan meninjau 189 rumah yang mengalami kerusakan, dan di antaranya 4 rumah hancur dan lainnya rusak ringan dan sedang di Komplek Perumahan Rancaekek Permai 2, Kampung Papanggungan dan Kampung Babakan Linggarjati Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek. Sementata total data sementara kerusakan mencapai 640 rumah di lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Rancaekek akibat diterjang angin puting beliung, Jumat (11/1/2019) sore pukul 15.00 WIB.

"Dalam kejadian ini tak ada korban, hanya 1 orang luka parah dan masih dirawat di rumah sakit. Delapan orang sudah pulang," kata Dadang.

Sehari setelah bencana alam tersebut, kata Dadang, sejumlah warga dibantu TNI dan Polri turut serta membantu memasang atap genting dan asbes yang sebelumnya berterbangan diterjang angin puting beliung. "Kemudian membersihkan puing-puing yang berjatuhan," kata Bupati.

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Sosial melaksanakan buka dapur umum untuk para korban angin puting beliung. Dapur umum dibantu warga sekitar, relawan, Tagana, aparatur desa dan pihak Kecamatan Rancaekek.

"Untuk sementara protap penanganan bencana, yaitu menyelamatkan jiwa, dan memberikan pelayanan kesehatan selain membuka dapur umum. Kita juga mengutamakan pelayanan kesehatan warga, selain menyiapkan tempat pengungsian yang disiapkan di dua masjid dan tenda-tenda yang disiapkan Tagana, TNI, Polri," jelasnya.

Menurutnya, anak-anak korban angin puting beliung diberikan layanan trauma healing dengan melibatkan jajaran Polwan, Polri, TNI dan relawan lainnya di Masjid Al Ikhlas Komplek Perumahan Rancaekek Permai 2.

"Anak-anak sangat penting diberikan layanan trauma healing karena sebelumnya mereka melihat angin kencang dengan suara bergemuruh disertai turun hujan deras dan kilat," katanya.

Namun disinggung terkait bantuan fisik, Dadang mengatakan masih dipelajarinya. Hal itu untuk memastikan mana yang perlu dibantu dan tidak. Dalam memberikan bantuan itu harus sesuai dengan dengan peraturan yang berlaku.

"Ke komplek perumahan bantuan material tak bisa masuk. Kalau kita memberikan bantuan ke komplek perumahan akan disalahkan oleh Inspektorat Provinsi Jabar dan BPK RI," kata Bupati.

Menurutnya, komplek perumahan itu masih tanggung jawab pihak pengembang karena masih dikuasai investor. Tetapi khususnya untuk masjid, pihaknya akan mengusahakan, tetapi bukan dari anggaran APBD.

"Saya akan memanggil Pengembang Komplek Perumahan Rancaekek Permai 2 ini. Mengingat kondisi drainase di komplek perumahan kurang baik, fasilitas jalan komplek tak baik. Ini tanggung jawab pengembang," katanya.

Dikatakannya, untuk penanganan banjir di kawasan Rancaekek, pihaknya sudah bekerjasama dengan pemerintah pusat dalam penanganan Sungai Cikijing. "Supaya kawasan Rancaekek tak kebanjiran," katanya.

Ia pun menilai kawasan Perumahan Rancaekek Permai 2 tak layak menjadi tempat hunian, mengingat berada pada lahan basah karena sering tergenang banjir. "Bahkan di wilayah ini di saat kemarau sering dilanda banjir," katanya.

Bupati pun menginatkan kepada sejumlah pihak untuk tidak mengizinkan pembangunan perumahan di kawasan yang tak memenuhi syarat. "Apalagi di kawasan yang menjadi tempat larian air," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR