Frekwensi Puting Beliung Meningkat, Warga Butuh Peringatan Dini

Bandung Raya

Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:17 WIB

190112092228-frekw.jpg

M. Fadlillah

PEGIAT lingkungan Jaga Balai Kabupaten Bandung, Denni Hamdani menilai, frekuensi kejadian terjangan angin puting beliung dan angin kencang di Indonesia cenderung meningkat tiap tahunnya. Kejadian serupa terjdi Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sore pukul 15.00 WIB, yang menyebabkan ratusan rumah rusak berat, sedang dan ringan.

"Apakah bisa dilakukan upaya deteksi dini melalui penginderaan jauh menggunakan radar cuaca?" kata Denni dalam grup whatsapps Forum Siaga Warga, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga: Pemerintah Harus Membiayai Korban Angin Puting Beliung

Denni pun menyikapi tentang kawasan dataran rendah Sapan-Gedebage Bandung. "Kawasam tersebut, dalam rencana membuat kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan baru. Selain tantangan geoteknis karena daya dukung tanah rendah (bed lake area), problem hidrologis karena merupakan daerah rawan banjir, juga kajian tentang aspek klimatologis (langganan angin puting beliung). Hal tersebut yang selama ini tak pernah dibahas dalam konsep perencanaan," papar Denni.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR