Pemprov Jabar Akan Bangun Pengolahan Limbah Terpadu

Bandung Raya

Jumat, 11 Januari 2019 | 18:18 WIB

190111181921-pempr.jpg

net

Ilustrasi.

PEMPROV Jabar mendorong industri mengelola limbah mereka secara terpadu di tempat pengelolaan limbah yang akan dibangun oleh Pemprov Jawa Barat.

"Pengelolaan limbah tersebut akan menampung limbah-limbah industri di zona industri. Hal itu tentunya akan lebih membantu industri karena lebih efisien ketimbang membangun pengolahan limbah sendiri," kata Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa, di Bandung, Jumat (11/1/2019).

Iwa mengatakan, Pemprov Jawa Barat mewacanakan penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) didorong untuk dikelola seperti halnya sampah domestik. "Hal ini menjadi salah satu solusi dalam mengatasi praktek pelanggaran pembuangan limbah industri yang mencemari lingkungan. Nantinya pengolahan limbah industri tersebut didirikan di zona-zona industri di Jabar seperti di Rancaekek maupun Cimahi," katanya seperti dilansirkan Antara.

Sebagai contohnya, kata Iwa, di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung di sana terdapat 200 industri yang didominasi perusahaan tekstil. Pemprov Jawa Barat akan mendorong keberadaan pengolahan limbah industri di sana dan selain di Rancaekek, zona industri lainnya yang akan didorong yaitu di Dayeuhkolot, Kota Cimahi dan juga Kota Bandung.

"Kami paling bebaskan lahan untuk prosesing unit limbah regional untuk 200 industri di sana. Kita dorong penanganan limbah di perusahaan lebih efisien, karena kalau mereka mengola masing-masing itu mahal," katanya.

Iwa menuturkan, Pemprov Jawa Barat akan menempatkan tempat pengolahan limbah tersebut di spot-spot industri yang disinyalir banyak melakukan pelanggaran. Namun belum spesifik bentuk pengolahan limbah tersebut, antara IPAL komunal atau bukan.

Lebih lanjut Iwa mengatakan, Pemprov Jawa Barat juga akan melakukan survei lahan dan menyiapkan lahan yang dibiayai dari APBD dan pengolahannya akan dilelangkan. "Saat ini kan banyak terbuang ke sungai, jadi tempat pengolahan limbah regional. Karena tindakan untuk pelanggar kurang efektif ini adalah solusi," ujar dia.

Dia mengatakan, apabila pengolahan limbah regional tersebut terwujud maka bisa jadi ini yang pertama meski memang sudah ada di wilayah Kabupaten Bandung tapi tidak optimal. Dari segi organisasi, pengelolaan limbah regional tersebut akan ditangani oleh sebuah badan atau UPTD di bawah Dinas Lingkungan Hidup.

"Seperti Badan Pengelola Sampah Regional, nanti pun akan ada pengelola limbah regional. Organisasinya sudah ada, baru dibentuk nanti impelementasi diharapkan 2019," kata Iwa.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR