Dede Yusuf: 800 RS Mitra BPJS belum Selesaikan Akreditasi

Bandung Raya

Jumat, 11 Januari 2019 | 17:25 WIB

190111173154-dede-.jpg

net

Ilustrasi.

DARI 2800 rumah sakit yang menjadi mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia, 800 rumah sakit di antaranya belum menyelesaikan akreditasi.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi mengatakan, 800 rumah sakit mitra BPJS tersebut, diberi waktu hingga enam bulan untuk menyelesaikan akreditasinya. Jika tidak maka BPJS Kesehatan bisa menghentikan kerja samanya.

"Sebelumnya rumah sakit mitra BPJS Kesehatan ini diberi waktu lima tahun untuk akreditasi. Namun selama ini belum dilakukan, otomatis ketika jadwal akreditasi berakhir pada 1 Januari 2019, rumah sakit mitra BPJS ini tidak bisa menerima pasien BPJS," ungkap Dede saat ditemui wartawan di Banjaran, Kab. Bandung, Jumat (11/1/2019).

Dikatakan Dede, DPR RI mendesak pemerintah untuk tidak memutus kerja sama begitu saja. Pihaknya memberi tenggang waktu tambahan selama enam bulan sampai Juni 2019, untuk menyelesaikan akreditasi rumah sakitnya.

"Mereka harus menyelesaikan akreditasi, jika tidak selesai maka BPJS boleh tidak kerja sama lagi. Jadi selama enam bulan ini diminta harus dipantau Dinas Kesehatan, Kementrian Kesehatan, dan Badan Pengawas Rumah Sakit agar menyelesaikan akreditasinya," terangnya.

Dede meminta agar setiap rumah sakit tidak malas lagi untuk mengurus akreditasi. Setiap rumah sakit juga tidak boleh merasa rugi karena akreditasi ini memang harus investasi.

Mantan aktor kenamaan di Indonesia itu mencontohkan, jika ruangan rumah sakit yang tadinya sempit maka harus diperbesar. Kemudian, jika rumah sakit tidak memiliki kamar jenazah maka rumah sakit harus menyediakan kamar jenazah sebagai prasyarat akreditasi.

"Jadi pemerintah sudah kami minta harus menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa pelayanan rumah sakit tetap berjalan," tegasnya.



Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR