Ridwan Kamil: Jangan Mudah Percaya Gaji Besar

Bandung Raya

Kamis, 10 Januari 2019 | 16:25 WIB

190110162546-ridwa.jpg

Anthika Asmara

MASYARAKAT jangan mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan untuk wanita dengan gaji yang menggiurkan karena sudah terungkap kasus human trafficking dengan modus seperti itu.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau, agar masyarakat harus waspada dengan pelaku traffcking di Jawa Barat akhir-akhir ini. Bentuk antisipasi harus dilakukan dengan tidak mudah percaya dengan pihak manapun yang menawarkan pekerja dengan gaji puluhan juta.

"Kalau ada orang-orang yang iming-imingi pekerjaan dengan gaji fantastis dan di luar wilayahnya harus curiga, kedua harus cek," kata Ridwan Kamil dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019).

Menurut Emil panggilan Ridwan Kamil, perkara ekonomi selalu menjadi 'iming-iming' pihak tak bertanggung jawab yang ditawarkan kepada para korban. Setelah itu para korban dipekerjakan di tempat hiburan malam.

"Misalnya menjadi pemandu lagu di tempat karoke, secara tidak sadar mereka juga dipergunakan menjajakan seks," ucapnya.

Dengan demikian Emil segera fokus mengupayakan Jabar juara di setiap dimensi. Dari mulai urusan keluarga  peribadatan, ekonomi, pendidikan. Berbagai program yang telah digagas akan menjadi investasi Jabar ke depan.

"Kita kan sudah liat masalah Jabar adalah ketimpangan, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain," ucapnya.

Emil memastikan, ekonomi di Jabar akan semakin kuat, seiring diluncurkannya beberapa program. Misalnya Satu Perusahaan Satu Desa, Kredit Mesra hingga Desa Digital agar generasi milenial dapat dengan mudah melakukan aktivitas ekonomi.

"Diharapkan, tidak ada lagi ibu ibu jadi TKW, tidak ada lagi anak-anak yang diimingin-imingi," kata dia.

Untuk membentengi dari kasus human trafficking ini, peran keluarga pun harus benar-benar kuat dan harmonis. Karena itu, pihaknya telah menggagas program Sekoper Cinta.

"Kita mulai yang di dalamnya kekuatan ketahanan keluarga. Jadi batin ada program. Hrusnya anak anak Jabar tidak lagi kebingungan," ucapnya.

Bilamana menemukan kejanggalan atau adanya potensi human traficking, warga juga bisa melaporkannya via Jabar Quick Response. Hal tersebut sebagai upaya Emil memberikan perlindungan dan memajukan masyarakat di Jabar.

"Soal keluhan-keluhan ada program Jabar Quick reapons. Jadi hulunya lakukan pencegahan, ujungnya juga responsif," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR