Bikers Brotherhood MC Indonesia Pilih Netral Hadapi Pilpres 2019

Bandung Raya

Rabu, 9 Januari 2019 | 16:02 WIB

190109160336-biker.jpg

Asep Awaludin

BIKER Brotherhood MC (BBMC) Indonesia menegaskan, pihaknya tetap bersikap netral dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saat ini. Hal ini menyusul adanya pemberitaan mengenai dukungan Brotherhood terhadap salah satu Paslon beberapa waktu lalu.

Pimpinan Bikers Brotherhood MC Indonesia, Jhoni A Zakaria menegaskan, pihaknya tidak memihak salah satu pasangan calon presiden. Deklarasi dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dengan mengatasnamakan klub motor yang berbasis di Bandung tersebut ditegaskannya bukan dari BBMC Indonesia.

"Bikers Brotherhood MC Indonesia adalah klub hobi, dan di anggaran dasar kita itu jelas bahwa kita secara organisasi tidak boleh berpolitik. Dalam artian berpihak kepada capres ataupun wapres ataupun anggota legislatif," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Club House Biker Brotherhood MC Indonesia, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Selasa (8/1) malam.

Menurutnya, secara organisasi BBMC tidak memerintahkan mendukung salah satu calon. Namun secara pribadi dan individu, merupakan hak masing-masing anggota.

"Kami mendukung penuh keputusan club, karena menurut AD ART, tidak berpolitik dan netral. Kalaupun individu silahkan. Kami tidak memihak kepada salah satu calon.  Kami memberikan ketegasan bahwa kitabtidak masuk ke ranah politik. Tapi kalaupun individu silahkan," tuturnya.

Namun demikian, BBMC Indonesia siap menjaga kondusifitas saat Pilpres dan Pileg nanti. Selain itu pihaknya akan mendukung siapapun yang terpilih menjadi presiden nantinya.

"Kami akan menjaga pesta demokrasi yang ada di Indonesia supaya tetap damai, kondusif. Sebisa kami akan meredam kekacauan yang bermacam-macam. Siapapun presidennya nanti, kita sepakat sebagai warga negara Indonesia mendukung siapapun karena itu adalah pilihan yang terbaik," ungkapnya.

Sementara terkait beberapa orang yang mengatas namakan Brotherhood, Jhoni menegaskan bahwa komunitas klub motor yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin adalah organisasi yang berbeda. Klub motor yang Jhoni maksud adalah Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia, dan berbeda dengan komunitas yang saat ini dia pimpin.

 "Saya tegaskan yang ada di Jakarta bukan orang yang terdaftar di BBMC Indonesia saat ini, mungkin dia mewakili yang lain. Yang ditegaskan kami adalah organisasi kami Biker Brotherhood MC Indonesia. Kalau pun club motor lain yang hampir sama memiliki nama, Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia, itu urusan mereka, kita tidak ikut ke sana," katanya.

Sementara itu semenjak BBMC Indonesia berdiri pada tahun 1988, Jhoni mengatakan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah terjadi, lantaran ada aturan yang sudah tercantum dan dipatuhi oleh setiap anggota. Jika nantinya ada anggota yang membawa nama organisasi BBMC Indonesia dalam dunia politik, maka akan ada sanksi berat yang diberikan kepada anggota tersebut.

"Kalau masalah kemarin kami pastikan selama berdiri hingga saat ini kami masih tetap patuh pada aturan yang ada bahwa kami tidak berpolitik. Soal sanksi? Kalau perorangan tanpa membawa embel organisasi mangga dan sah-sah saja. Tapi kalau ada yang membawa nama organisasi jelas akan kena sanksi sesuai aturan yang ada. Karena kasus yang kemarin, itu tidak terdaftar di kami," ucapnya.

Dadan Hardiana, Humas BBMC Indonesia mengatakan, sejauh ini tidak ada dari pasangan caloana pun yang mendekati BBMC Indonesia. Untuk itu pihaknya akan mendukung siapapun yang nanti terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

"Kami akan mendukung penuh calon yang terpilih nanti. Sebagai warga negara yang baik kita akan dukung, baik pasangan nomor satu, atau pun dua, kita sejauh ini masih bersikap netral," singkatnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR