Mesin Pompa Penyedot Air Limbah Jatuh, Bau Menyengat Muncul di Majalaya

Bandung Raya

Rabu, 9 Januari 2019 | 13:04 WIB

190109130547-mesin.jpg

Engkos Kosasih

KEPALA Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A Tisna Umaran, M.P., mengaku ada persoalan teknis dalam  instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari sisa pembuangan pengolahan ayam potong di rumah potong unggas di kawasan Pasar Hewan Majalaya Jalan Anyar Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung  tersebut.

Sebelumnya, ratusan warga yang bermukim di belakang rumah potong unggas di Kampung Cisaradan Girang RT 01/RW 01 Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari sisa pengolahan air limbah di rumah potong unggas tersebut, Selasa (8/1/2019) malam.

Tisna mengetahui hal itu setelah menemui langsung CV. Agrindo Boga Cita yang diwakili oleh Penanggungjawab Rumah Potong Unggas Indra di lokasi rumah potong unggas tersebut, Rabu (9/1/2019).

Tisna meninjau langsung kondisi pembangunan IPAL dari sisa pengolahan ayam potong tersebut.

Tisna bersama Indra dan Kepala Desa Langensari Agus Kusumah sempat membahas dan musyawarah persoalan keluhan warga tersebut. Agus berharap, rumah potong unggas tidak menimbulkan polusi udara yang selama ini dikeluhan masyarakat.

"Kemarin (Selasa, red), mesin pompa penyedot air limbah jatuh. Akibatnya, limbah yang mengendap di bagian bawah atau dasar IPAL tersedot dan terbuang ke tempat lain, akibatnya menimbulkan polusi udara. Sebenarnya, sejak diujicoba sejak Oktober 2018 lalu hingga Selasa siang kemarin tak ada masalah," kata Tisna kepada galamedianews.com di lokasi rumah potong unggas.

Sebelum ada persoalan teknis, imbuh Tisna, pembuangan air limbah sisa pengelolaan ayam potong dari penampungan  limbah pertama ke tempat penampungan lain, keluarnya enggak ada masalah karena sesuai dengan baku mutu.

"Karena sebelumnya melewati pengendapan selama 24 jam, air yang terbuang tampak bening," katanya.

Sekarang ini, imbuh Tisna, dalam proses perbaikan dan pengendapan air limbah, sehingga belum ada pembuangan limbah keluar.

"Walau sedang dalam penataan dan perbaikan, bau sedikit pasti ada. Tetapi yang jelas, kita merespon apa yang menjadi keluhan warga," ungkapnya.

Tisna pun menjelaskan tentang kronologis rumah potong unggas yang sempat menimbulkan polusi udara.

"Kronologisnya, kemarin Selasa, memang ada kesalahan di kita. Bahkan setahun lalu, sempat mengalami kejadian serupa bagian instalasi limbah enggak siap. Kemudian, sempat distop operasionalnya. Penutupan itu disetujui jangan sampai mengganggu warga," kata Tisna.

Namun saat ini, imbuh Tisna, ada mitra baru pemerintah yang sanggup membangun IPAL. Kemudian mengoptimalkan instalasi yang sudah ada dan selain memperbaikinya mulai dari kedalaman dan sistemnya.

"Rumah potong unggas ini mulai dioperasionalkan dan diujicoba kembali Oktober 2018 lalu. Ternyata kapasitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) enggak cukup kemudian ada pengerjaan penambahan pembangunan IPAL baru dengan potensi ayam potong Rp 6.000 ekor per hari," katanya.

Pihak pengelola rumah potong unggas itu berusaha secara bertahap menambah pembangunan IPAL. Sekarang juga sudah ada IPAL baru yang sudah berjalan dengan pemotongan ayam 1.500-2.000 ekor per hari.

Sementara itu, Penanggungjawab Rumah Potong Unggas CV. Agrindo Boga Cita Indra mengatakan, pihaknya sedang menata IPAL baru di lokasi rumah potong unggas tersebut.

Ia mengatakan, setelah dilakukan ujicoba pada Oktober lalu dan akhirnya sempat berhenti operasional sampai 18 Desember 2018, pada 3 Januari 2019 lalu hingga saat ini kembali operasional.
Saat ini sedang penambahan kapasitas IPAL, untuk menyempurnakan IPAL dengan cara penambahan bak IPAL," katanya.

Namun setelah dilaksanakan operasional pada 3 Januari lalu, Indra mengatakan, mesin pompa penyedot air limbah jatuh karena sebelumnya tak ada masalah.

"Akibatnya, endapan lumpur limbah di bawah tersedot dan saat ini sedang diperbaiki. Sebenarnya, IPAL sudah sempurna dan sudah tidak ada masalah," katanya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR