Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi Kembali Akur

Bandung Raya

Selasa, 8 Januari 2019 | 17:12 WIB

190108171435-ridwa.png

instagram

DUA tokoh muda yang yang sempat bersaing di pemilihan gubernur Jawa Barat 2018 kini akur. Tokoh itu yakni Ridwan Kamil yang saat menjadi Gubernur Jawa Barat dan ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dahulu merupakan calon wakil Gubernur.

Keduanya saat ini sudah menjalin komunikasi yang baik, bahkan keduanya saling pasting foto keakraban di masing-masing Instagramnya.

Dedi Mulyadi saat dihubungi, Selasa (8/1/2019) mengatakan, dirinya bertemu dengan Emil panggilan Ridwan Kamil Senin (7/1/2018) malam lalu di Bandung. Pertemuan dengan orang nomor satu di Jawa Barat itu berlangsung hangat dan cair.

"Kita itu kan teman lama ya ngobrol dengan suasana hangat cair," kata Dedi.

Pertemuan selama dua jam tersebut, kata Dedi, membahas sejumlah persoalan, terutama terkait kolaraborasi dan upaya dirinya bersama Ridwan Kamil dalam membangun Provinsi Jabar.

"Diskusinya lebih pada urusan bagaimana membangun Jabar dengan kombinasi budaya dan tren milienial," ucap Dedi.

Dedi menegaskan, dalam pertemuan itu, dirinya dan Ridwan Kamil tidak membahas peran masing-masing dalam Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf.  

"Gak lah, kami membicarakan masa depan pembangunan Jawa Barat. Saya memahami milenialisme adalah paham kekinian yang tak bisa dibendung, tetapi karakter dan sejarah kebudayaan adalah pondasi utama dalam kehidupan, utama dalam berkehidupan. Alangkah indahnya keduanya disatukan demi kedaulatan rakyat bangsa dan negara, khususnya Jawa Barat," ujarnya.

Ridwan Kamil sendiri terlihat mengunggah foto pertemuannya dengan Dedi Mulyadi dalam akun instagram pribadinya @ridwankamil.

"Berdiskusi bersama sahabat saya Dedimulyadi71 membahas masa depan Jawa Barat agar makin juara," tulis Ridwan Kamil dalam keterangan fotonya.

Sementara di Instagram @dedimulayadi71 keterangan foto Dedi mengatakan, "Tadi malam berdiskusi dengan sahabat saya @ridwankamil yang sekarang sudah menjadi Gubernur Jawa Barat kami membicarakan masa depan pembangunan Jawa Barat" kata Dedi dalam keterangan fotonya.
 


Bukan hanya itu Dedi juga menuliskan "Saya memahami bahwa milenialisme adalah paham kekinian yang tidak bisa dibendung. Akan tetapi karakter dan sejarah kebudayaan adalah pondasi utama dalam berkehidupan. Alangkah indahnya, jika keduanya disatukan demi kedaulatan rakyat, bangsa dan negara" tutup Dedi di akun Instagramnya.

Unggahan tersebut disambut riuh ribuan follower yang rata-rata berkomentar positif.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR