181206185811-harap.jpeg

dokumen galamedianews.com

Ilustrasi Sungai Citarum.

Harapkan Bantuan, KBB Tunggu Hasil Investigasi Kedutaan Besar Norwegia Untuk Indonesia

Bandung Raya

Kamis, 6 Desember 2018 | 18:54 WIB

Wartawan: Anshar Mohammad

PEMERINTAH Kabupaten Bandung Barat saat ini masih menunggu hasil investigasi lapangan Kedutaan Besar Norwegia untuk Indonesia dalam membantu program Citarum Harum dan penanganan sampah di Bandung Barat. Proses investigasi dimulai dari melihat akar permasalahan hingga potensi yang ada di Sungai Citarum.

"Kita mempersilakan pihak Norwegia ini untuk melihat dari masalah hingga potensi di sungai citarum. Pemda sekarang sedang menunggu bagaimana progres perkembangan proses investigasi tim Norwegia terhadap kondisi Sungai Citarum saat ini," kata Kelapa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko, di Ngamprah, Kamis (6/12/2018).

Menurut Apung, selama ini pemerintah daerah sudah memberikan ruang kepada tim dari Norwegia untuk menilik  masalah yang terjadi di Sungai Citarum. Adapun kata dia, tim dari Norwegia telah meminta terkait jumlah data kelompok bank sampah yang sudah berjalan di Bandung Barat.

"Kita juga sudah memaparkan kondisi eksisting sungai citarum. Mereka, memastikan dari hasil investigasi tersebut, akan ada tindaklanjutyna," terangnya.

Seperti diketahui, di Bandung Barat saat ini ada lima anak sungai Citarum. Ke lima anak sungai tersebut yakni sungai Cipeusing, Cihaur, Cikandang, Ciburandul dan Cimerang.

Apung juga mengatakan, saat ini masih banyak permasalahan sungai citarum yang harus segera diseslsaikan. Beberapa yang paling menjadi sorotan, sebutnya, yakni terkait masalah  konservasi, alih fungsi lahan dan limbah.

Ia berharap, dengan keseriusan pihak dari Norwegia ini, dapat memberikan solusi bagi penanganan masalah lingkungan di Bandung Barat.

"Norwegia ini memiliki teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dan perahu modern yang bisa memilah sampah plastik atau an-organik dan organik. Inovasi perahu pengangkut sampah plastik dari lumpur ini, kami harapkan bisa menyelesaikan masalah sampah," ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah delegasi dari Norwegia berkunjung ke Bandung Barat untuk melihat kondisi Sungai Citarum yang sebenarnya. Sejumlah delegasi tersebut sengaja melihat kondisi Citarum lantaran mengetahui dari Youtube bahwa Sungai Citarum sebagai sungai terkotor di dunia.

"Kita ingin memberikan solusi dan ikut membantu bagaimana cara menanggulangi sampah," ungkap Commercial Counsellor dari Kedutaan Norwegia Fredrik Bjerke Abdelmaguid.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR