181206185410-kartu.jpg

Laksmi Sri Sundari

Kartu Tani di Kota Cimahi Hingga Saat Ini Belum Bisa Digunakan

Bandung Raya

Kamis, 6 Desember 2018 | 18:53 WIB

Wartawan: Laksmi Sri Sundari

KARTU tani milik petani di Kota Cimahi masih belum bisa digunakan sampai sekarang, karena masih menunggu pengisian alokasi kuota pupuk kedalam kartu tani oleh Kementrian Pertanian (Kementan).

Padahal para petani di Kota Cimahi telah menerima kartu tersebut sejak akhir tahun 2017 atau setahun lalu. Total ada sekitar 647 petani dari tiga kecamatan dengan 15 kelurahan yang menerima kartu itu.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rizal mengatakan, sejak didistribusikan akhir tahun lalu, para petani di wilayahnya sama sekali belum memanfaatkan kartu itu. Sebab hingga saat ini kuotanya belum terisi.

"Rekeningnya juga nggak ada (isinya). Tidak ada realisasinya sampai sekarang sejak dibagikan. Udah gitu aja, kaya seremonial doang," ujar Rizal saat dihubungi, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, sejak dibagikan tidak ada lagi informasi yang disampaikan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hal itupun yang menjadi pertanyaan di kalangan para petani di wilayahnya.

"Untuk mencari informasi ke Pemkot pun akan percuma. Sosialisasi juga ngga ada. Petani juga bingung," katanya.

Dijelaskan Rizal, para petani di wilayahnya sekarang ini kebanyakan lebih memanfaatkan pupuk organik dibandingkan pupuk seperti urea dan NPK. Selain lebih murah, sambungnya, pupuk organik juga lebih meningkatkan produktifitas tanaman serta menggemburkan dan menyuburkan tanah.

"Selain itu, jika menggunakan pupuk organik, hasil produksinya pun akan lebih menguntungkan dibandingkan pupuk biasa," bebernya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR