181115131756-gerak.jpg

Engkos Kosasih

Gerakan Tanam Jagung Hibrida Untuk Tekan Impor

Bandung Raya

Kamis, 15 November 2018 | 13:17 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

MEMASUKI awal musim hujan pada November-Desember 2018 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung menargetkan tanam jagung hibrida seluas 6.000 hektare yang tersebar di sentra pertanian jagung maupun di lahan baru.

Pada November dengan sasaran seluas 4.000 hektare dan Desember 2.000 hektare. Selama 2018 ini, Dinas Pertanian mentargetkan penanaman jagung seluas 12.000 hektare.

Untuk mempercepat masa panen dan meningkatkan produksi jagung varietas hibrida, Dinas Pertanian beserta jajaran Muspika Cicalengka, dan 150 petani jagung dengan mayoritas ibu-ibu rumah tangga melaksanakan gerakan tanam jagung yang merupakan gerakan tanam pajale (padi, jagung dan kedelai), Kamis (15/11/2018).

Gerakan tanam jagung pada lahan baru seluas 40 hektare itu dilaksanakan di Kampung Garogol, Desa Margaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Sebelumnya, puluhan hektare itu ditanami ubi kayu dan bambu. Pengolahan lahannya pun menggunakan mesin traktor roda empat, supaya bisa lebih cepat ditanami jagung.

Gerakan tanam jagung itu dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Ina Dewi Kania, mewakili Kepala Dinas Pertanian H. A. Tisna Umaran, Camat Cicalengka H. Entang Kurnia, Kapolsek Cicalengka Kompol M. Yusuf, Danramil Cicalengka Kapten Tedi dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat.

Ina Dewi Kania mengatakan, gerakan tanam jagung pada awal musim hujan ini bertujuan untuk memotivasi para petani jagung untuk segera tanam.

"Meski pada awal musim hujan ini, belum merata karena di beberapa wilayah belum stabil dan masih ada panas, selain sewaktu-waktu turun hujan," katanya.

Ina menuturkan, dengan tanam jagung lebih cepat, nantinya sebelum memasuki puncak musim panen, akan segera dipanen lebih cepat dan harga jual pun akan lebih baik.

"Walaupun saat ini turun hujan belum stabil dan bisa dikatakan intensitas curah hujan belum merata di beberapa wilayah, tetapi tanaman jagung bisa dimulai. Mengingat, tanaman jagung bukan tanaman yang memerlukan banyak air," katanya.

Ina mengatakan, produksi jagung di Kabupaten Bandung cukup menjanjikan. Pasalnya, dari 12.000 hektare lahan pertanian jagung, setiap satu hektare bisa menghasilkan produksi 7 ton.

"Produksi jagung yang dihasilkan para petani di Kabupaten Bandung ini, untuk mendorong kebutuhan pakan ternak dengan menggunakan bahan baku jagung. Sekaligus, peningkatan produksi jagung asal Kabupaten Bandung bisa menekan dan mengurangi impor jagung dari luar negeri untuk pembuatan pakan ternak," tuturnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR