181109173057-wawas.jpg

Rio Ryzki Batee

Wawasan Pajak Masuk Mata Kuliah Politeknik Pos Indonesia

Bandung Raya

Jumat, 9 November 2018 | 17:30 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

DALAM mengedukasi mahasiswa agar memiliki kesadaran pajak, Politeknik Pos Indonesia kembangkan wawasan pajak dalam mata kuliah pelajaran. Dimana pengetahuan akan pajak sendiri, penting untuk diberikan sejak dini.

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Agus Purnomo menerangkan, kesadaran membayar pajak, baru 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Salah satu faktornya karena kesadaran akan pajak yang tidak ditanamkan sejak bangku sekolah hingga universitas.

"Di beberapa jurusan untuk mata kuliah perpajakan sudah ada, tapi yang lain tidak. Maka salah satu mata kuliah wajib yaitu PKN akan disisipkan edukasi pajak, sebagai bentuk membangun dan bela negara," ungkapnya pada Kegiatan Pajak Bertutur di Politeknik Pos Indonesia, Jln. Sarijadi, Kota Bandung, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya, dimasukkan pengetahuan pajak dalam mata kuliah, setelah adanya MOU dari sejumlah kementrian seperti kementrian keuangan, kemenristeksikti dan lain sebagainya. Upaya tersebut dalam meningkatkan kesadaran pajak baik dari siswa maupun mahasiswa, yang kelak akan menjadi wajib pajak.

"Kita akan rancang bagaimana materi standar dari Direktorat Jendral Pajak (DJP), untuk dimasukan kedalam mata kuliah. Termasuk mensosialisasikan kepada dosen PKN bagaimana menyampaikan informasi tentang pajak kepada mahasiswa," tuturnya.

Pihaknya berharap, kerjasama yang dibangun dengan DJP dapat terus berlangsung, karena memberikan informasi terbaru sehingga mahasiswa selalu update terkait ilmu perpajakan.

"Kita juga ikut membantu pemerintah dengan mensosialisasikan tentang pajak, baik kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Aditya Wibisono mengatakan bahwa pajak memberikan peranan pentig dalam pembangunan di Indonesia.

"Pajak merupakan penerimaan pendapatan yang minim resiko, dalam menjalankan roda pemerintahan. Dibanding dengan pinjaman yang menggerogoti anggaran maupun sumber daya," ujarnya.

Aditya menerangkan melalui program "Pajak Bertutur", bertujuan meningkatkan kesadaran pajak pada generasi muda. Kesadaran tersebut, dengan mengedukasi dan menambah wawasan akan manfaat pajak bagi masyarakat dan negara.

"Jadi menekankan pentingnya pajak sebagai bentuk gotong royong membangun negeri. Jangan sampai generasi muda malah menjadi malas membayar tapi menikmati fasilitas yang dibangun dari pajak," ucapnya.

Ketua Tax Center Politeknik Pos Indonesia, Jaka Maulana mengatakan bahwa MOU yang diupayakan antara Poltekpos Indonesia dengan DJP sejak tahun 2013 silam. Hal tersebut, dalam mengasah pengetahuan mahasiswa terkait pajak, yang selalu baru dan fresh.

"Terkait inklusi pajak akan terus kami sosialisasikan kepada mahasiswa dan dosen, melalui berbagai program termasuk mata kuliah," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR