181108133209-kolam.jpg

net

Ilustrasi Banjir Bandung Selatan.

Kolam Retensi Cieunteung hanya Kurangi Genangan Air

Bandung Raya

Kamis, 8 November 2018 | 13:31 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

PENGGIAT Lingkungan Kabupaten Bandung Dudi Andre mengatakan, dibangunnya kolam retensi Cieunteung di Baleendah, Kabupaten Bandung tersebut dapat mengurangi genangan air disaat banjir.

"Jika mengurangi mungkin iya. Tapi hanya 0,5 persen saja," kata Dudi Andre kepada galamedianews.com, Kamis (8/11/2018).

Ia mengamati pembangunan kolam retensi Cieunteung tersebut hanya menangkap aliran air dari saluran Sipatahunan Baleendah dan sekitarnya. Sedangkan banjir yang saat ini kembali terjadi di wilayah  Bojongsoang, Dayeuhkolot dan Baleendah lebih pada faktor rendahnya wilayah yang rentan tergenang dibanding sungai.

"Juga sebagai tempat bermuaranya anak Sungai Citarum," kata Dudi Andre.

Dampak meluapnya aliran Sungai Citarum dan Sungai Cisangkuy tersebut, sejumlah rumah warga di Kelurahan Andir mulai tergenang banjir.

"Tos nganjang cai ka lebet bumi," keluh Abah Edi Yusup, korban banjir di Kelurahan Andir kepada "GM".

Meski sudah ada pembangunan kolam retensi Cieunteung, Abah Edi mengatakan, secara keseluruhan di wilayah Kelurahan Andir yang meliputi 10 RW yang biasa terendam banjir, diperkirakan tidak akan terminimalisir disaat memasuki musim hujan. "Paling tidak hanya untuk tiga RW, yakni RW 8, 9, dan RW 10 yang ada di jalur Jalan Raya Banjaran," kata Abah Edi.

Menurutnya, permukiman rawan banjir yang bisa diminimalisir dengan adanya pembangunan kolam retensi Cieunteung itu, di antaranya Kp. Jambatan dan Kp. Cigosol RW 09 yang meliputi 8 RT.

"Kemudian Kampung Sindangreret RW 08, yang meliputi 2 RT. Selain itu, Kp. Andir RW 10 yang meliputi 3 RT. Itu juga banjir bisa diminimalisir jika sudah ada saluran air dari wilayah yang tergenang tadi ke kolam retensi Cieunteung. Namun sampai saat ini belum ada saluan air ke kolam retensi tersebut karena belum ada pengerjaan," katanya.

Abah Edi berharap, untuk meminimalisir genangan banjir di Kelurahan Andir, salah satunya melalui penyodetan Sungai Cisangkuy. Selain itu dengan upaya pengerjaan pembangunan pladway, yaitu dari arah Kamasan Banjaran menuju Ciranjeng.

"Jika ada pengerjaan pembangunan itu, diperkirakan akan terasa dampaknya yang signifikan karena air terbagi dua, selain ke Sungai Cisangkuy juga ke jalur air yang dibangun tersebut," katanya.

Camat Baleendah Drs. Meman Nurjaman menyatakan, dengan dibangunnya kolam retensi Cieunteung tersebut, Kelurahan Andir masih terendam banjir. "Masih kabanjiran," kata Meman.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR