180810175346-fakul.jpg

Rio Ryzki Batee

Salah seorang pemateri menyampaikan pemaparan pada Bimbingan Usaha Industri Logam di Kampus Unjani Bandung, Jln. Ters Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018)

Fakultas Tehnik Unjani Bekali Pengusaha Industri Logam dengan Pemasaran Produk

Bandung Raya

Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:53 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung menggelar kegiatan bimbingan usaha industri logam bagi puluhan pelaku usaha yang bergerak di bidang  industri logam di Jawa Barat.

Para pelaku usaha tersebut berasal dari delapan wilayah kabupaten/kota meliputi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Kabupaten Sukabumi.

"Tujuan dari kegiatan ini.untuk menambah wawasan para pelaku usaha untuk mengembangkan usaha industri logam. Selain itu, para pelaku usaha dapat mengetahui cara pengelolaan usaha, baik untuk permodalan maupun permasalahan pemasaran produk," ungkap Rektor Unjani, Mayjen TNI Witjaksono di Kampus Unjani Bandung, Jln. Ters Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018).

Berdasarkan pengalamannya selama di kesatuan, pernah ditugaskan menjadi atase pertahanan sebanyak tiga kali, yakni Kamboja, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Di negara-negara tersebut keberadaan logam diperuntukan untuk kebutuhan berbeda-beda.

"Kalau logam di Kamboja merupakan senjata perang, karena disana banyak sekali ranjau dan selongsong peluru yang terbuat dari logam dan berukuran sangat besar, sehingga seringkali selongsong peluru itu di gunakan sebagai jembatan karena dapat menghalau ranjau. Sementara Afrika Selatan dan Amerika Serikat logam di inovasikan menjadi berbagai peralatan rumah tangga," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap generasi muda tidak kalah dalam membuat sebuah inovasi, untuk dapat meningkatkan potensi kualitas melalui pelatihan ini.

"Maka diupayakan kedepan mampu meningkatkan kualitas potensi masyarakat, terutama keluarga menengah kebawah di Jawa Barat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag Jabar), Moh. Arifin Soedjayana mengatakan dengan peran universitas merupakan salah satu adalah perpaduan antara akademisi, pengusaha bisnis dan komunitas serta pemerintah, untuk bersinergi mengembangkan industri logam.

"Kita coba mengajak akademisi untuk bisa mendampingi teman -teman pengusaha industri logam di Jabar, supaya paling tidak wawasan mereka terhadap teori dan perkembangan bisa difasilitasi atau disebarkan. Salah satunya kita menggandeng Unjani," tuturnya.

Diakuinya pengolahan yang dilakukan pengusaha lokal baru pada skala kecil, seperti alat pengolahan makanan (katel, alumunium), sedangkan dari sisi otomotif untuk knalpot atau pelk sudah ada di Karawang. Oleh karena itu, pihaknya mendorong bagaimana kemitraan bisa terwujud, antara industri kecil dengan industri besar yang mayoritas berasal dari luar negeri.

"Kemungkinan karena komunikasi yg belum sesuai, tapi kami yakin mereka mau kalau dikomunikasikan. Makanya
Kenapa salah satu dorongan akademisi disana, supaya memberi jaminan juga baik dari sisi kualitas dan desain," tambahnya.

Editor: Rahmat Sudarmaji

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR