180809112544-banya.jpg

dokumen galamedianews.com

Ustaz Evie Effendi

Banyak Reaksi, Ustaz Evie Effendi Minta Maaf

Bandung Raya

Kamis, 9 Agustus 2018 | 11:25 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

CERAMAH ustaz Evie Effendie menuai reaksi dan polemik dari berbagai kalangan tokoh agama. Termasuk GP Ansor Kota Bandung, yang menuntut dirinya melakukan permintaan maaf.

Dalam salah satu isi ceramahnya, Evie menyebut bahwa Nabi Muhammad pada awalnya adalah sesat.

Evie mengutip ayat 7 pada surat Ad-Dhuha. Dia mengatakan Muhammad sebelum menjadi nabi adalah sesat. Dia juga mempertanyakan tradisi Muludan atau Maulid Nabi yang dilakukan kebanyakan masyarakat di Indonesia.

"Setiap kita bodoh, ada di Alquran surat Ad-Dhuha 'wa wajadakan dhooollan fa hada'. Setiap orang itu sesat awalnya, Muhammad termasuk. Maka kalau ada yang Muludan ini memperingati apa ini, memperingati kesesatan Muhammad," kata Evie dalam cuplikan ceramahnya.

Banyaknya reaksi yang bermunculan, Evie akhirnya buka suara dan meminta maaf. Permintaan maaf itu diunggahnya dalam video di Instagram. Berikut pernyataannya.


"Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah kami bertawakal, berikhtiar dengan pernyataan ini. Saya bersaksi tiada Illah kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah mutlak pilihan Allah dan utusan Allah sebagai Rahmatan lil Alamin untuk kami para umatnya. Saya Evie Effendie manusia biasa yang saya nyatakan saya bersalah karena di satu ceramah saya, saya menyatakan Muhammad sebelum diangkat nabi tersesat tapi maksudnya bukan itu.

Kalaupun itu sudah dianggap sebagai pernyataan dan sudah publish, mohon maaf atas kesalahan saya dengan pernyataan itu. Kepada ormas Islam. Muhammadiyah, Persis, NU atau apapun ormas Islam, atas nama pribad saya memohon maaf semoga ini menjadi hikmah dan pelajaran bagi siapapun agar berhati melisankan suatu terlebih agama. Dengan kejadian ini saya belajar banyak bahwa saya dhoif akan ilmu agama maka tolong bimbing saya, tuntun saya lebih bijak lebih arif menyampaikan pesan-pesan agama yang jadi tanggung jawab kita semua.

Apakah memaafkan saya? Apakah jemaah di sini memaafkan saya? Terima kasih semoga ungkapan amalnya menjadi amal saleh. Semoga Allah mengampuni seluruh kesalahan dosa apapun itu bentuknya sengaja tidak sengaja, kecil besar, sadar tidak sadar. Semoga Allah mengampuni"

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR