180809093042-ubsi-.jpg

krisbianto

UBSI Gelar Seminar Digination Hadapi Era Literasi Digital

Bandung Raya

Kamis, 9 Agustus 2018 | 09:30 WIB

Wartawan:

UNIVERSITAS BSI Bandung (UBSI) menggelar Seminar bagi para dosen terutama yang ter-update guna menyikapi era literasi digital, di Aula Kampus UBSI, Jln. Ars Internasional, Antapani, Bandung, Selasa (7/8/2018) lalu.

Kegiatan bertajuk “Transformasi Kampus Ke Literasi Digital” ini untuk beradaptasi dengan era literasi digital ini, tak terkecuali bagi dunia pendidikan.

Ketua BSI Bandung Syarief Hidayatullah mengatakan, melihat tantangan era milenial membuat UBSI harus mempersiapkan diri terhadap perubahan. Hal ini, tak luput bagi Instansi Pendidikan yang harus dihadapi dalam era digital yang terus berkembang, tiada henti.

“Dalam seninar ini, kami menghadirkan 2 (dua) narasumber yang berkompeten dan memang ahli dibidangnya yakni Dr. Mochamad Wahyudi, MM., MKom., MPd dan Suharyanto, MKom. Tentunya, mengupas tuntas tentang peluang, tantangan dan ancaman bagi Perguruan Tinggi dalam menghadapi era literasi digital,” katanya.

Seminar ini, katanya, dihadiri tak kurang dari 158 orang peserta. Dengan keahlian narasumber pertama yakni Dr. Mochamad Wahyudi, MM., MKom., MPd mengulas tentang kemampuan dan Kompetensi para mahasiswa di era desruptif yang serba digital ini, tak bisa sekedar minimalis. Hal ini, para mahasiswa tak bisa hanya dengan skill minimalis, dikhawatirkan nantinya tak akan mampu menjawab tantangan yang ada.

“Tentunya, ini tugas dari Perguruan Tinggi semakin tidak mudah, karena harus mampu menghasilkan mahasiswa dengan daya saing tinggi di era desruptif, yang serba digital. Perbaikan kurikulum tak bisa dielakkan, kini menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan skill mahasiswa yang harus terus mengasah kemampuan daya saingnya,” ujar Syarief.

Sementara itu, salah satu Narasumber Suharyanto, Mkom, menjelaskan bahwa diera literasi digital ini, terlihat pula adanya perubahan dari segi kepribadian manusia. Hal tersebut, dapat dilihat dari kebiasaan berkomunikasi yang dulunya selalu tatap muka, kini hanya cukup dengan menggunakan sosial media. Seperti Instagram, facebook, twitter dan lainya, yang mampu berkomunikasi jarak jauh antar benua pun terasa sangat dekat.

“Tentunya ini, bagaikan dua sisi mata uang. Disatu sisi menguntungkan, disatu sisi lagi membahayakan. Untuk itu, tak ada jalan lain harus mempersiapkan mahasiswa dari segi skill, juga harus membina dan membentuk karakter dengan baik. Diera literasi digital ini, UBSI bukan hanya dapat menghasilkan mahasiswa dengan skill yang mempuni, tetapi juga yang mempunyai budi pekerti yang baik,” jelasnya. (Krisbianto).

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR