180809081307-tenan.jpg

dokumen galamedianews.com

Tenangkan Warga Nahdliyin, GP Ansor Kota Bandung Minta Ustaz Evie Effendi Minta Maaf

Bandung Raya

Kamis, 9 Agustus 2018 | 08:13 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor Kota Bandung menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan ustaz Evie Effendi dalam video rekamannya ceramahnya yang viral terkait Nabi Muhammad SAW. Pasalnya terkesan subjektif dan menyesatkan kaum muda Kota Bandung yang menjadi jemaahnya.

Seperti diketahui bersama video rekaman ceramah ustaz Evie Effendi yang tersebar di media sosial, dimana ustaz Efie menjelaskan terkait surah Ad-Duha ayat 7 dan menafsirkan bahwa "Muhammad pernah sesat seperti yang lain, sesat sebelum menjadi Rasul".

Kemudian mengaitkan kepada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bahwa peringatan Maulid Nabi tersebut merupakan peringatan akan kesesatan Nabi Muhammad SAW itu sendiri.

"Kami sangat menyayangkan hal ini, karena sebagai publik figur yang diterima para kaum muda, khususnya di Kota Bandung sebaiknya beliau mempertimbangkan penyampaian isi ceramahnya. Terutama menyangkut pandangan pribadi yang begitu saja diperkuat oleh Alquran," ungkap Sekertaris GP Ansor Kota Bandung, Hendra Guntara di Kantor PCNU, Jalan Sancang, Kota Bandung, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya pernyataan ustaz nyentrik tersebut merupakan kekeliruan penyampaian dalam mengaitkan suatu permasalahan ke dalam ruang yang lain, tanpa memperhatikan asbab an nuzul-nya.

"Dikhawatirkan hal tersebut, dapat memancing tindakan dan pandangan negatif, mengingat dalam heterogenitas umat muslim di Kota Bandung. Banyak diantaranya yang meyakini peringatan maulid Nabi merupakan salah satu kebaikan, bukan kesesatan yang seperti dikatakan ustaz Evie," terangnya.

Ketua Majlisa Dzikir Rijalul Ansor (MDRA), Deni Rahmat menuturkan bahwa seharusnya dalam ceramah yang menggunakan Alquran mesti disertai dengan penjelasan atau penafsiran para ulama terdahulu dan yang telah diakui banyak umat keilmuannya, sehingga tidak memancing polemik bagi umat.

"Jangan menafsirkan Alquran itu dengan pendapat subjektif, karena itu penyesatan umat, alangkah lebih arifnya buka tafsir terlebih dahulu pahami betul makna-makna yang terkandung dalam Alquran. Karena dalam quran itu kan ada makna kiasan yang ketika diartikan langsung akan rancu dan perlu membuka kitab-kitab tafsir dari ulama terdahulu atau kalau di pesantren ada namanya kitab ilmu alat (nahu, saraf, Alfiah, balagoh) untuk memahami dan mengartikan Alquran, tidak sembarangan," paparnya.

Sehubungan hal tersebut, pihaknya meminta dengan tegas kepada ustaz Evie Effendi untuk meminta maaf baik secara lisan maupun tulisan, disisi lain juga menghimbau kaum nahdliyin untuk bersikap tenang dan tidak mudah terbawa emosi.Sehingga selalu mengedepankan kesantunan dan keramahan dalam menyikapinya, sembari menunggu klarifikasi dari yang bersangkutan.

"Kami minta dengan tegas ustaz Evie untuk meminta maaf atas hal ini, dan warga Nahdliyyin mohon tidak terpancing atau terprovokasi," tambahnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR