180713104950-menso.jpg

ist

Mensos: Bantuan Pemerintah Dorong Lahirnya KPM Mandiri & Anak Berprestasi

Bandung Raya

Jumat, 13 Juli 2018 | 10:49 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

MENTERI Sosial, Idrus Marham menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada anak-anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) tumbuh di lingkungan Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Melalui dua program unggulan Kementerian Sosial itu, banyak lahir KPM mandiri dan anak-anak berprestasi.

"Hal ini menunjukkan komplementaritas bantuan sosial PKH dengan program DSM telah mendorong kemandirian warga desa sekaligus mendorong lahirnya anak-anak berprestasi," ujar Idrus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/7/2018).

Mensos menyontohkan apa yang terjadi di Kabupaten Bandung. Di sana terdapat 91.917 penerima PKH yang sebagian di antaranya tinggal di kawasan DSM Desa Ciburial. Ada lima anak yang telah menbgukir prestasi di bidang akademik dan non akademik.

"Seperti anak bernama Vingky Wulandarie yang meraih nilai Ujian Nasional tertinggi untuk pelajaran IPA tingkat SMP dan peraih nilai Ujian Nasional tertinggi ke-2 tingkat SMP. Ada juga Indri Aprilia kelas V sekolah dasar yang menjadi juara lomba matematika. Ini sungguh membanggakan," jelas Mensos.

Mensos mengungkapkan, PKH merupakan salah satu program untuk mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. Warga DSM yang menerima PKH mendapatkan beragam intervensi program seperti Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), anak mereka menerima Kartu Indonesia Pintar, Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kartu Indonesia Sehat, subsidi listrik, dan bantuan pemberdayaan berupa e-Warong KUBE-PKH.

"Dengan beragam bantuan sosial ini, jika mereka menerima secara komprehensif diharapkan maksimal lima tahun mandiri. Jika mereka menerima program e-warong KUBE-PKH diharapkan dua tahun mandiri," terang Mensos.

Lebih lanjut Mensos menambahkan, anak-anak berprestasi dan KPM Mandiri dari Desa Sejahtera Mandiri diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia.

"Dengan demikian upaya pemerintah dalam penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan telah tercapai," lanjutnya.

Perlu diketahui, jumlah bansos PKH di Kabupaten Bandung pada Tahun 2018 adalah Rp173.817.400.000 untuk 91.917 penerima yang terdiri dari PKH Reguler, PKH Disabilitas, dan PKH Lanjut Usia. Selain itu, Kabupaten Bandung juga menerima bantuan Beras Sejahtera untuk 168.246 keluarga dengan nilai total bantuan sebesar Rp222.084.720.000.

"Sehingga total bantuan sosial untuk Kabupaten Bandung pada tahun 2018 adalah Rp 395.902.120.000," ungkap Mensos.

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018, PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluaga dan atau seseorang yang miskin dan rentan miskin, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Datanya diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai KPM PKH.

Tujuan PKH di antaranya meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin, menciptakan kemandirian bagi keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan, serta mengenalkan produk dan jasa keuangan formal kepada KPM.

Sementara Desa Sejahtera Mandiri adalah desa yang masyarakatnya memiliki keswadayaan, partisipasi dan kesetiakawanan sosial yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengembangkan penghidupan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi produktivitas desa.

DSM merupakan upaya pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dan membangun Indonesia dari desa  dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR