180712201436-warga.jpg

Nana Sukmana/galamedianews.com

Warga Kawaluyaan Pertanyakan Janji Pengembang Apartemen Suit Metro

Bandung Raya

Kamis, 12 Juli 2018 | 20:14 WIB

Wartawan: Nana Sukmana

SEJUMLAH warga RT 06/RW 06 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (12/7/2018), berkumpul di Jalan Kawaluyaan, tempat berlangsungnya pembukaan jalan tembus apartemen ke jalan  tersebut.

Menurut warga, berkumpulnya warga RT 06 ini, karena pihak Apartemen Suit Metro belum meminta izin gangguan kepada warga .

Menurut Ketua RT  06 Tisna kepada galamedianews.com, di tempat kejadian Kamis (12/7/2018) mengatakan, selama ini warga 06 belum pernah diajak bicara mengenai pembuatan jalan tembus.

Sehubuangan hal itu, ia menyatakan, warga merasa tidak dihargai karena pihak apartemen berbuat seenaknya dan bersikap arogan. Malah, dari awal pihak apartemen sudah berjanji akan memberikan air bersih dengan 2 sumur artesis, akan tetapi sampai sekarang tidak kunjung ada.

"Sekarang ditambah dengan membuka jalan tembus dan diduga kuat pihak apartemen tidak mengantongi amdal lalin, tidak memiliki izin penebangan pohon dari Distamkam dan tidak ada izin dari PU Bina Marga," kata Tisna.

Yadi mengaku pernah beberapa kali dihubungi oleh Lurah untuk segera memfasilitasi dan memberi rekomendasi. Bahkan, lanjutnya, Ketua RW meneleponnya tetapi dia mengaku tidak menggubrisna, karena ada kecurigaan kepada RW dan Lurah.

"Harusnya Lurah sigap dan Lurah yang memfasilitasi, mengundang warga dan pihak managemen," kata Tisna.

Sementara itu, Ketua RT 05, Edi,  mengatakan bahwa pihak pengembang berjanji kepada warga RT 05 utk meningkatkan gedung RT dan air bersih, tetapi janji tersebut belum juga ditepati.

"Kami menunggunya cukup lama. Tetapi pengembang seperti tidak memperhatikan janjinya," kata Edi.

Saat dikonfirmasi, perwakilan Managemen Apartemen, Yadi Suryadi, di tempat yang sama mengakui menjelaskan, pihak managemen sudah mendapat 6 tandatangan RT dari 7 RT.

Menurutnya, hanya RT 06 yang belum menandatanganii, padahal wilayah RT 06-lah yang bersinggungan langsung dengan Jalan Kawaluyaan.

Menurut Yadi, pembangunan apartemen ini sejak tahun 2009 dan selesai dikerjakan tahun 2011 dengan 20 lantai. Namun pembuatan jalan alternatif baru kali ini dibuat meskipun pada siteplan sudah ada.

"Oleh karena itu kami meminta meminta waktu untuk rembuk dengan pihak managemen," ujar Yadi seraya mengatakan pernah didatangi oleh Satpol PP.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR