180712183228-penga.jpg

dokumen galamedianews.com

Ilustrasi.

Pengamat Pendidikan Sebut PPDB Sistem Zonasi Perlu Dievaluasi

Bandung Raya

Kamis, 12 Juli 2018 | 18:32 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

PENGAMAT Pendidikan sekaligus dosen di STKIP Pasundan, Kota Cimahi, Khaerul Sobar, menilai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018, khususnya jalur zonasi perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Menurutnya, dampak dari zona radius dalam penerimaan siswa baru baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan dirasakan siswa yang berprestasi.

"Iya menurut saya ini perlu dievaluasi. Sistem zonasi ini siswa yang punya nilai akademik tinggi, tapi sekolahnya jauh kemana-mana akhirnya tidak diterima, sedangkan yang kurang, bisa masuk ke sekolah favorit hanya karena poin dari zonasinya lebih besar karena rumahnya dekat dengan sekolah," kata Khaerul saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

Selain itu, siswa yang kurang mampu secara ekonomi pun dipastikan terdampak dengan jalur zonasi ini. Ia mencontohkan, ada siswa yang mendaftar lewat jalur zonasi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Namun, karena domisili rumah dengan sekolah yang dituju terlalu berjauhan, akhirnya siswa tersebut tidak masuk sekolah negeri. Akhirnya siswa tersebut terpaksa masuk sekolah swasta dan harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal.

"Masuk sekolah swasta itu kan harus bayar. Sedangkan dia tidak diterima di sekolah negeri, bisa karena nilai UN-nya kecil, atau jarak rumahnya dengan sekolah terlalu jauh, serba membingungkan," katanya.

Khaerul membeberkan, ada beberapa pihak yang datang kepadanya terkait permasalahan PPDB tahun 2018 ini. Mayoritas menceritakan permasalahan yang terjadi dalam sistem jalur zonasi.

Dirinya menyarankan, solusi yang mestinya dilakukan pemerintah terkait PPDB ini adalah dengan melakukan pemerataan. Dengan pemerataan, menurutnya sistem zonasi akan lebih terkoordinir.

Tahun ini, khusus di Cimahi, ada sekitar 9.000 lulusan Sekolah Dasar (SD). Sedangkan yang diterima di 11 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Cimahi hanya sekitar 3.663 siswa.

Artinya, ada sekitar 5.337 siswa lulusan SD yang kemungkinan melanjutkan pendidikannya di SMP swasta.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR