180712162704-pasti.jpg

Krisbianto

Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan, Mundiharno (kiri) saat melayani langsung peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Cimahi, Kamis (12/7/2018).

Pastikan Beri Pelayanan Terbaik, Direksi BPJS Kesehatan Terjun Langsung Jadi Frontliner

Bandung Raya

Kamis, 12 Juli 2018 | 16:27 WIB

Wartawan: Krisbianto

JAJARAN Direksi BPJS Kesehatan, ikut terjun langsung melayani konsumen, bahkan hingga menjadi frontliner. Hal ini dilakukan untuk memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan yang terbaik.

Sebagai rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, dengan meninjau langsung pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Kali ini, giliran BPJS Kesehatan cabang Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat. Tak hanya itu, para Direksi pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang ke kantor yang mau mendaftar.

Lebih dari 4 (empat) tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan kini telah berjalan. Hal ini dikatakan Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Resiko BPJS Kesehatan, Mundiharno didampingi Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat Mohammad Edison dan Kepala Cabang Cimahi dan Bandung Barat Yudha Indrajaya, usai gantikan frontliner di Cimahi, Kamis (12/7/2018).

“Kegiatan eksekutif hari ini menjadi frontliner langsung ini, merupakan salah satu wujud nyata komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas."

"Untuk itu, kedepannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan, tak boleh stagnan karena ekspektasi masyarakat atau peserta akan terus meningkat,” katanya.

Dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke-50 ini, katanya, pihaknya menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan. Hal ini dilakukan, untuk memberikan pelayanan langsung bagi peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum. Tentunya, yang datang langsung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

“Melayani dan berinteraksi langsung dengan peserta JKN-KIS, tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas sebagai frontliner ini menjadi garda terdepan pelayanan kami, memiliki tantangan tersendiri,” ujar Mundiharno.

Menurut Mundiharno, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang sangat pesat. Hanya dalam waktu empat tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding saja, negara yang menjalankan program jaminan sosial seperti Jerman, memerlukan sekitar 120 tahun, baru bisa meng-cover 85% populasi penduduk. Austria selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100% populasi penduduknya.

“Kini, program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia. Jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah mencapai 23.671.713 untuk wilayah Kedeputian Wilayah Jawa Barat. Jumlah ini, dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta. Nantinya, seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan,” papar Mundiharno.

Apresiasi peserta muda

Ditambahkan Mundiharno, pihaknya juga mengapresiasi meningkatnya peserta muda di program JKN-KIS. Hal itu, sangat membanggakan bahwa masyarakat mulai sadar program JKN-KIS sifatnya gotong royong. Tentunya, ini tak luput dari program –program sebelumnya yakni BPJS Kesehatan Goes to Kampus dan BPJS Kesehatan Goes to School.

“Ya , kami sangat mengapresiasi para peserta muda di program JKN-KIS kini meningkat. Masyarakat telah sadar betul bahwa program JKN-KIS ini sifatnya gotong royong. Peserta yang muda membantu yang tua, yang kaya membantu yang miskin dan yang sehat membantu yang sakit,” ujarnya.

Tentunya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima pun harus tetap jadi yang utama. Untuk terus memberikan pelayanan prima kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik.

Sedangkan khusus untuk wilayah Cimahi, telah bekerja sama dengan 128 FKTP yang terdiri atas 45 Puskesmas, 14 Dokter Praktik Perorangan, 66 Klinik Pratama dan 3 Dokter Gigi. Sementara itu, di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi juga telah bermitra dengan 12 RS, 4 Apotik, dan 4 Optik.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR