180711175846-siste.jpg

Ricky Fatria/Job

Sistem Zonasi pada PPDB Rugikan Lembaga Pendidikan Bimbel

Bandung Raya

Rabu, 11 Juli 2018 | 17:58 WIB

Wartawan:

PERATURAN sistem zonasi pada PPDB dinilai memberatkan pihak bimbingan belajar (bimbel). Pasalnya, siswa tidak dipacu dengan nilai namun dengan jarak rumah ke sekolah.

Salah satu pemilik bimbel Great Formula Solution (GFS) Repi Pramujadiyansah mengaku siswa bimbingannya menurun karena masuk sekolah favorit tidak berdasarkan nilai UN secara utuh. Akibatnya menurun minat belajar pada anak.

"Sekarang minat siswa turun karena ada sistem yang tidak menggunakan nilai UN secara utuh. Jadi sekarang mah, kalau mau lulus pasti lulus. Nem nya berapa pun lulus. Apalagi SD ke SMP, karena nilai tidak menentukan," ucapnya saat di temui galamedianews.com di Jalan Jatihandap, Kota Bandung Rabu (11/6/2018).

Repi menambahkan faktor menurunnya minat siswa terjadi sejak tahun lalu, bukan sebab dari sistem zonasi saja, faktor biaya masuk sekolah yang berdekatan menjadi salah satu alasan.

"Di pusat ada 400 siswa, sekarang penurunannya lumayan besar menjadi 165 untuk semua angkatan," tuturnya.

Ia menambahkan faktor biaya yang menjadi kendala menurunnya minat siswa terhadap bimbingan belajar.

"Karena setelah lebaran itu kan banyak yang bayar masuk sekolah, jadi timingnya juga kurang pas, bimbel itu biasanya di nomor dua kan," akunya.

Ia menjelaskan di daerah sekitarnya terdapat lima SMP dan Mts negeri. diantaranya SMPN 53, SMPN 49, SMPN 17, SMPn 16 dan Madrasah Tsanawiyyah Negeri 2 Bandung. menurutnya daerah yang padat penduduk dan jarak yang tidak begitu jauh menjadikan peluang untuk masuk sekolah negeri lebih besar.

"Ini ke sekolah-sekolah negeri tidak sampe 700 meter. paling dibawah 600 meteran lah.jadi banyak peluang. apalagi disini daerah padat penduduk," tambahnya.

Repi berprasangka baik terhadap peraturan pemerintah yang ditetapkan. menurutnya sistem zonasi ditetapkan sebagai upaya pemerataan pendidikan.

"Kami sebagai lembaga bimbel harus siap dengan kebijakan pemerintah. pasti memiliki tujuan baik, hanya saja ada kesiapan yang kurang dari orang tua siswa dan kurangnya peningkatan kuantitas sekolah di tengah meningkatnya siswa yang lulus," pungkasnya. (Ricky Fatria/Job)**

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR