180711174816-salur.jpg

dokumen galamedianews.com

Saluran Pembuangan Limbah 13 Pabrik di Cimahi Ditutup Satgas Citarum Harum Sektor 21

Bandung Raya

Rabu, 11 Juli 2018 | 17:48 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

SATGAS Citarum Harum Sektor 21 sedikitnya telah menutup saluran pembuangan limbah milik 13 pabrik di Kota Cimahi, lantaran pabrik-pabrik tersebut masih kedapatan membuang limbah ke aliran sungai yang bermuara ke Sungai Citarum.

Dari 13 pabrik yang saluran air limbahnya telah ditutup, 7 pabrik diantaranya telah dibuka kembali karena telah memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna mengklaim pihak pabrik di Kota Cimahi yang saluran pembuangan limbahnya ditutup Satgas Citarum Sektor 21 telah menuruti instruksi dari pemerintah dan Satgas Citarum Harum untuk melakukan perbaikan IPAL-nya.

Hal tersebut menunjukkan komitmen dari pabrik-pabrik tersebut untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari pencemaran limbah.

"Ketika saluran pembuangan limbahnya sudah dibuka, berarti pihak pabrik sudah melakukan hal yang benar menurut Komandan Satgas Citarum Harum sektor 21," ujar Ajay saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Rabu (11/7/2018).

Sementara untuk sisa pabrik yang belum dibuka saluran pembuangan limbahnya, lanjut Ajay, Pemerintah Kota Cimahi terus melakukan pengawasan agar pihak pabrik yang lain benar-benar memperbaiki IPAL-nya.

"Kami juga sudah bertemu Apindo dan terus kita imbau karena adanya penutupan saluran pembuangan limbah itu seharusnya tidak ada lagi kucing-kucingan," katanya.

Ajay mengatakan, pengawasan untuk pabrik-pabrik tersebut, pihaknya bekerjasama dengan jajaran Polres Cimahi dan terus berkoordinasi dengan Satgas Citarum Sektor 21.

"Jadi yang masih ditutup saluran pembuangannya kami awasi agar mereka memperbaik IPAL-nya, bukan ditutup permanen tanpa adanya solusi. Sampai saat ini kita komitmen mengurangi kerusakan lingkungan di Cimahi," jelasnya.

Kapolres Cimahi, AKPB Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan jika pihaknya mengaku tidak bisa sendiri dalam melakukan pengawasan soal pencemaran limbah. Dibutuhkan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat Kota Cimahi.

Atas hal tersebut, kata Rusdy, pihaknya siap menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait adanya pencemaran limbah ke aliran sungai Cimahi yang bermuara ke sungai Citarum tersebut.

"Sudah ada beberapa pengaduan dari masyarakat di media sosial dari masyarakat yang sudah kita tindaklanjuti. Pengawasan terhadap pabrik tentunya intens kita lakukan," katanya.

Saat disinggung mengenai adanya intimidasi terhadap warga yang melaporkan pabrik pelaku pencemaran limbah, Rusdy mengaku pihaknya tak segan untuk melakukan tindak tegas.

"Kalau ada kaitannya dengan tindakan hukum, pastinya akan kita tindaklanjuti, apalagi kalau masyarakat ada yang merasa diintimidasi, silakan laporkan pada pihak kepolisian," tandasnya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR