180711142601-bakal.jpg

Ginanjar Arief Pratama

Bakal Caleg Ramai-ramai Bikin SKCK di Polres Cimahi

Bandung Raya

Rabu, 11 Juli 2018 | 11:23 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

Bagian pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Cimahi kebanjiran pemohon pembuat SKCK, terutama dari kalangan bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

Perlu diketahui, bacaleg wajib melampirkan SKCK saat mendaftar ke KPU setempat.

Berdasarkan pantauan di Bagian SKCK Polres Cimahi, terlihat pendaftar berkerumun menunggu antrean. Sedangkan petugas sibuk melakukan input data dan penerbitan SKCK.

Menurut Kepala Satuan Intel Polres Cimahi, AKP Agus Nur Arsyad, beberapa waktu belakangan, pemohon SKCK memang mengalami peningkatan yang drastis, hingga 100 persen.

"Biasanya paling 80 orang pemohon, kalau dalam masa pendaftaran caleg ini pemohon sampai 160 bahkan 200 orang pemohon SKCK dalam sehari," ujarnya saat ditemui di Mapolres Cimahi, Rabu (11/7/2018).

Berdasarkan hitungan, maksimal pendaftar caleg dari setiap partai di Kota Cimahi yakni sebanyak 45 orang, dengan jumlah partai sebanyak 16 partai. Sedangkan di Kabupaten Bandung Barat maksimal 50 orang dari setiap partai dengan jumlah partai yang sama.

"Kalau dihitung ya mungkin sampai 1500 orang. Tapi mungkin tidak semua mendaftar juga. Biaya administrasi pembuatan tetap Rp30.000 tidak ada kenaikan," tuturnya.

Untuk bacaleg, persyaratan pembuatan SKCK menjadi lebih selektif, yakni wajib melampirkan surat pengantar dari Polsek setempat, selain membawa KTP-el.

Hal tersebut untuk mengetahui rekam jejak kriminalitas yang mungkin pernah dilakukan bacaleg. Jika ada, rekam jejak kriminalitas yang pernah dilakukan akan dicantumkan pada SKCK yang diterbitkan.

"Sebagai antisipasi saja, jangan sampai ada yang tertinggal. Tapi kasus kriminalnya yang sudah inkrah di pengadilan. Kalau untuk mantan narapidana, mungkin perlu membawa rekomendasi dari KPU setempat," jelasnya.

Saking banyaknya permintaan pembuatan SKCK, Agus mengaku loket pelayanan pendaftaran tutup lebih cepat. Hal tersebut agar petugas fokus untuk mencetak ratusan lembar SKCK, bahkan sampai malam hari.

"Kalau sudah penuh kita tutup, begitu juga yang syaratnya tidak lengkap kita suruh lengkapi dulu, dan bisa kembali keesokan harinya," akunya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR