180709192400-ini-b.png

bandungbaratkab.go.id

Ini Bantahan PJ Sekda KBB Atas Tudingan PJ Bupati Bandung Barat

Bandung Raya

Senin, 9 Juli 2018 | 19:24 WIB

Wartawan: Dicky Mawardi

PEJABAT (Pj) Sekda KBB, Wandiana membantah semua pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra yang menyebutkan dirinya jarang hadir pada berbagai acara pemerintahan. Salah satunya, pada peringatan hari jadi KBB ke-11 tidak hadir.

"Memang saya tidak hadir pada peringat HUT KBB. Tapi bukan malas hadir, karena pada waktu yang bersamaan saya harus mewakili Pemkab Bandung Barat memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Divisi Pencegahan. Kan beliau (bupati,red) yang menugaskan saya untuk mewakilinya. Begitupun dengan acara di internal Pemkab Bandung Barat yang saya tidak bisa hadiri, karena sedang melaksanakan dinas luar baik sebagai pj.sekda maupun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KBB. Semua bukti undangan ada di saya," papar Wandiana melalui telepon.

Dia pun mengatakan, selama ini sering berkomunikasi dengan plt.bupati di rumahnya daerah Cisangkan, Kota Cimahi. Bahkan pertemuan itu berlangsung hingga larut malam.

"Saksinya ada, plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB Agus Maolana, maupun sekretaris dan stafnya. Jadi enggak benar kalau saya tidak pernah berkomunikasi. Dalam satu pertemuan, menjelang Idulfitri ketika di telepon ajudan plt. bupati saya hadir padahal waktu itu sedang di Garut. Saksinya ada, sejumlah pejabat," tandasnya.

Diakuinya, pada Kamis (5/7/2018) malam sempat dihubungi ajudan plt bupati untuk menghadiri rapat Baperjakat di rumah dinas, Kota Baru Parahyangan. Pejabat yang sudah hadir waktu itu adalah Asisten Administrasi Agustina Piryanti, plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) KBB Maman Sulaiman dan plt Kepala BKPSDM KBB Agus Maolana.

"Namun, dua anggota Baperjakat yaitu Asisten Pemerintahan Aseng Djunaedi dan Inspektur Inspektorat Yadi Azhar tidak hadir. Saya akhirnya tidak hadir, alasannya kenapa rapat Baperjakat kok di rumah dinas bukan di kantor. Harusnya lagi, setelah pembahasan di internal Baperjakat barulah dilaporkan kepada pak bupati selaku pembina kepegawaian. Saya kemudian menolak hadir, karena tidak punya data kepegawaian yang harus disampaikan," katanya.

Wandiana juga membantah kalau dirinya disebut pembangkang, karena begitu mengetahui dijadikan plt sekda menjelang hari terakhir masuk libur Idulfitri lalu langsung menyelesaikan tugas. Salah satunya, menandatangani dokumen pembayaran untuk tunjangan PNS, THR, sampai pembayaran kepada pihak ketiga.

"Padahal waktu itu saya sedang di Ciamis menghadiri kegiatan desa tingkat Jawa Barat. Begitu diberi tahu, saya menjadi pj sekda langsung pulang ke KBB untuk menandatangi berbagai berkas pencairan. Saya ingat, Jumat (6/6/2018) merupakan hari terakhir masuk kerja. Demi menyelamatkan pemda, saya selesaikan semua tugas hanya dalam satu hari," paparnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR