180709171557-25-pe.jpg

dokumen galamedianews.com

Ilustrasi.

25 Persen Penduduk Kota Cimahi Belum Terlayani Air Bersih

Bandung Raya

Senin, 9 Juli 2018 | 17:15 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

SEKITAR 30.000 sambungan rumah (SR) atau 25 persen penduduk Kota Cimahi belum merasakan layanan air bersih. Atas hal itu, Pemerintah Kota Cimahi terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Muhamad Nur Kuswandana, mengungkapkan pihaknya tengah mencari sumber air sebagai upaya peningkatan layanan air bersih kepada masyarakat.

"Secara keseluruhan, baru sekitar 75 persen masyarakat yang merasakan layanan air bersih. Jadi masih ada warga yang belum terpenuhi layanan air bersih sekitar 25%, dan itu terus jadi pekerjaan rumah buat kami," ujarnya saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (9/7/2018).

Nur menjelaskan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Kota Cimahi saat ini baru memiliki pelanggan sekitar 1.500 sambungan rumah.

Kebutuhan air bersih masyarakat turut ditunjang oleh keberadaan PDAM Tirta Raharja, yang menyumbang sekitar 14.500 SR.

"Jadi UPT air dan PDAM saling mengisi kekurangan layanan air bersih untuk masyarakat dj Cimahi. Ada juga yang terpenuhi kebutuhan air bersihnya itu dari sumur bor, sumur dangkal, dan sumur artesis," tuturnya.

Saat ini Pemerintah Kota Cimahi terus menggenjot upaya peningkatan layanan air bersih melalui berbagai program, terutama rencana pengelolaan air bersih secara mandiri dengan mengubah UPT Air Minum menjadi Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cimahi.

"Kita sedang mengkaji kemungkinan pembentukan PDAM untuk menambal kebutuhan warga yang belum terlayani air bersih. Saat ini sudah ada rencana ke arah sana karena memang melihat kebutuhan air yang juga semakin meningkat. Syaratnya UPT itu memiliki 5.000 SR, kita mencanangkan tahun 2020 bisa terealisasi," katanya.

Nantinya, PDAM Kota Cimahi akan mengolah air yang bersumber dari aliran sungai Leuwilayung yang berada di Kampung Sukasari, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara.

PDAM Kota Cimahi yang memanfaatkan air dari aliran Sungai Leuwilayung akan menyalurkan air sampai 50 liter/detik atau equivalen 5.000 SR.

"Desain sudah ada, sekarang itu mau pembebasan lahan sehingga tahun depan mudah- mudahan mulai konstruksi. Kita penuhi 5.000 SR dari Leuwilayung ditambah dari SPAM Gambung, cukup mengurangi sisa warga yang tak terlayani," bebernya.

Sedangkan PDAM Tirta Raharja, juga terus menggenjot penyelesaian Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Gambung. Proyek regional itu turut melibatkan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung yang rencananya siap dioperasikan awal tahun 2020.

"Untuk SPAM Gambung juga sudah mulai pembebasan lahan, tapi menunggu MoU dulu dengan Pemprov Jabar dan Kabupaten Bandung karena ini regional. Sumbernya di Gambung, kalau untuk ke Cimahi itu kan melalui sambungan utama, nantinya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah selatan Cimahi," jelasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR