180708181416-pedag.png

Pedagang Minta Nama Pasar Cermat Lembang Diganti

Bandung Raya

Minggu, 8 Juli 2018 | 18:14 WIB

Wartawan: Dicky Mawardi

SEJUMLAH Pedagang menuntut nama Pasar Buah Lembang dikembalikan. Pasalnya, sejak berganti nama menjadi Pasar Cermat Lembang seolah menghilangkan kekhasan barang yang dijual di pasar tersebut, yakni buah-buahan.

Perwakilan pedagang sempat menemui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Maman Sulaiman beberapa waktu lalu. Ada beberapa persoalan yang disampaikan, di antaranya menyangkut pengembalian nama ke Pasar Buah Lembang dan kios-kios yang ada di depan pasar agar dibuka.

"Saya tidak bisa begitu saja mengembalikan nama Pasar Cermat Lembang ke semula, yakni Pasar Buah Lembang. Perlu lapor dulu kepada pak bupati juga DPRD harus diberi tahu. Sebetulnya, nama Cermat itu merupukan perwujudukan dari janji politik kepala daerah. Kalaupun diganti, bisa saja menjadi Pasar Buah Lembang namun kata atau visi Cermat tetap harus ada. Misalnya, di atas atau bawah tulisan Pasar Buah Lembang ada kata Cermat," papar Maman di Ngamprah, Minggu (8/7/2018).

Maman mengatakan, penggantian nama pasar kemungkinan besar baru dapat dilaksanakan pada perubahan anggaran. Hal ini menyangkut anggaran untuk membiayai pembuatan baliho pasar atau jenis media lainnya.

Selain persoalan nama, Maman juga menerima keluhan pedagang atas tutupnya kios-kios yang berada di depan pasar. Sejak beres direvitalisasi beberapa waktu lalu, kios yang ada di muka pasar tidak pernah buka.

"Kios-kios itu digunakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) KBB sebagai ruang untuk memamerkan hasil produk-produk unggulan KBB. Hanya saja sampai sekarang tak kunjung buka, membuat pasar dari luar seperti tutup," ujarnya.

Ada usulan dari pedagang untuk memanfaatkan kios yang berada paling depan itu sebagai tempat berjualan buah-buahan. Para pedagang sudah menyatakan kesiapan untuk mengisinya.

"Bisa saja digunakan secara bergantian oleh pedagang. Tentunya, kami pun akan membicarakan hal ini dengan Dekranasda. Saya berharap kebijakan ini tidak ada satupun pihak yang merasa dirugikan," harapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR