180708174941-atasi.jpg

dok

Ilustrasi

Atasi Banjir, Pemkot Cimahi Lelang 24 Paket Perbaiki Drainase dan Jalan

Bandung Raya

Minggu, 8 Juli 2018 | 17:49 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

PEMERINTAH Kota Cimahi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bakalmemperbaiki sejumlah drainase dan ruas jalan. Perbaikan ini merupakan upaya Pemkot Cimahi mengentaskan banjir.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR, Wilman Sugiansyah mengungkapkan, hal itu meruakan pengerjaan lanjutan dari proyek tahun 2017 lalu. Tahun 2018 ini, Dinas PUPR bersiap melelang 24 paket pengerjaan untuk perbaikan drainase, ruas jalan, maupun keduanya secara sekaligus.

Saat ini yang sudah masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) diantaranya pengerjaan perbaikan di Jalan Cibaligo, Jalan Daeng Ardiwinata, dan Jalan Ibu Ganirah.

Berdasarkan penelusuran pada situs lpse.cimahikota.go.id, nilai pagu paket pengerjaan untuk Jalan Cibaligo sebesar Rp 1,5 miliar, untuk Jalan Daeng Ardiwinata sebesar Rp 5,2 miliar, dan untuk peninggian Jalan Ibu Ganiran memerlukan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar.

"Ada beberapa yang sudah dipastikan hanya perbaikan badan jalannya saja ada juga yang drainasenya saja. Untuk di Jalan Daeng dan Jalan Ibu Ganirah itu sekaligus peninggian," ungkap Wilman, Minggu (8/7/2018).

Untuk pengerjaan lainnya, sambung Wilman, pihaknya akan menangani perbaikan di wilayah Cibaligo, Jalan Demang Hardjakusumah, Jalan Cihanjuang, Jalan Encep Kartawirya, dan jalan lainnya.

Menurut Wilman, semua jalan yang masuk dalam rencana pengerjaan merupakan jalan yang strategis sebagai penghubung semua wilayah di Kota Cimahi, sehingga membutuhkan perhatian khusus.

"Ada juga pengerjaan drainase di Jalan Stasiun Cimahi, tepatnya dari depan Pura Sriwijaya sampai Gatot Subroto, itu termasuk dengan trotoarnya. Kalau saya lihat mappingnya, memang semua strategis, jadi wajar kalau pengerjaannya dipaketkan seperti ini," bebernya.

Pengerjaan perbaikan di jalan-jalan tersebut juga meliputi hotmix dan peninggian, serta perbaikan drainase. Semua pengerjaan perbaikan saluran atau drainase tidak memiliki ukuran standar. Hal tersebut karena kebutuhan untuk setiap wilayah berbeda-beda.

"Rata-rata memang hotmix dan perbaikan saluran. Untuk drainase sendiri, di Cimahi ini sebisa mungkin memang sesuai standar, tapi sulit karena setiap wilayah berbeda-beda lebar saluran dan jalannya. Makanya disesuaikan dengan debit air. Saluran tidak harus besar, yang penting elevasinya cukup mendorong air ke hilir, dan hilirnya harus lancar," katanya.

Perbaikan drainase dan peninggian merupakan langkah mendukung program pengentasan banjir yang digaungkan Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna. Untuk bisa mengentaskan permasalahan banjir di Cimahi, perlu melibatkan kota dan kabupaten lainnya, mengingat Cimahi hanya sebagai daerah limpasan saja.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung sempat akan memperbesar saluran yang ada di Cimindi agar banjir di Sukaraja bisa hilang. Namun pihaknya menolak hal tersebut lantaran hanya akan memperparah banjir di Cimahi, jika hilirnya belum diperbaiki.

"Kalau banjir Sukaraja itu selesai, tapi di hilirnya atau Citarum salurannya belum diperbaiki, yang parah nanti banjir di Cimahi. Makanya harus diperbaiki dulu hilirnya, buat sodetan atau saluran yang besar dan elevasinya tepat, baru banjir di Bandung ke Cimahi bisa selesai," tegasnya.

Lebih dari itu, pengentasan banjir di Cimahi juga memerlukan peran serta dari masyarakat, minimal untuk mencegah banjir di wilayahnya masing-masing, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Sejauh ini pemerintah terus berupaya mengentaskan banjir, apalagi untuk banjir Melong. Tapi masyarakat juga harus ada andilnya, jangan lupa kalau banjir di Cimahi salah satu sebabnya adalah banyak yang membuang sampah ke saluran air atau drainase," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR