180708163519-satga.jpg

dok

ilustrasi

Satgas Citarum Harum Sektor 21 Tutup 13 Saluran Limbah Pabrik di Cimahi

Bandung Raya

Minggu, 8 Juli 2018 | 16:35 WIB

Wartawan: Whisnu Pradana

SATUAN Tugas Citarum Harum Sektor 21 terpaksa menutup saluran pembuangan limbah 13 pabrik karena masih membuat limbahnya ke sungai yang bermuara ke Citarum. Tindakan ini diambil setelah sebanyak 13 pabrik tersebut tidak mengindahkan surat peringatan Satgas Citarum Harum.

Satgas Citarum Harum Sektor 21, menutup lubang pembuangan limbah pabrik tersebut pertama kalinya di PT Mewah Niaga Jaya pada, 19 Mei 2018. Pengelola pabrik sempat berkomitmen akan membenahi kualitas limbahnya dalam jangka waktu tiga hari pascapenutupan.

Terakhir, Satgas Citarum menutup saluran  pembuangan limbah milik PT. Tri Gunawan, yang berlokasi di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi pada Sabtu, 30 Juni 2018 yang dipimpin langsung oleh Komandan Sektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Yusep menegaskan, namun selain menutup saluran pembuangan limbah milik 13 pabrik di Kota Cimahi, pihaknya telah membuka kembali saluran pembuangan 7 pabrik. Hal itu kembali karena telah mereka memperbaiki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

"13 pabrik itu saluran air limbahnya telah kami tutup dengan cara dicor. Tapi 7 pabrik yang telah dicor kami sudah buka kembali karena telah memperbaiki IPAL-nya," ujar Yusep saat dihubungi, Minggu (8/7/2018).

Untuk pabrik yang saluran pembuangan limbahnya belum dibuka, kata Yusep, lantaran hingga saat ini belum memperbaiki IPAL-nya. Jika pabrik-pabrik tersebut sudah memperbaiki pihaknya memastikan akan membukanya kembali.

Atas hal tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan untuk memastikan pihak pabrik akan memperbaiki IPAL, lantaran saat dilakukan penutupan telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan.

"Sisa pabrik yang belum melakukan perbaikan terus akan kami pantau hingga memperbaiki IPAL-nya, nantinya jika IPAL-nya sudah baik baru kita buka lagi," katanya.

Yusep mengatakan, saat melakukan pengecoran, pihak pabrik mayoritas tidak melakukan penolakan, hanya saja ada pihak pabrik yang kerap mengelak dan mengeluarkan berbagai alasan atas kesalahan yang dilakukannya.

"Tapi tetap kami lakukan, karena petugas kami telah cek ke dalam pabrik dan melihat IPAL-nya belum maksimal dan limbahnya dibuang langsung ke aliran sungai, airnya berbusa dan berwarna hitam," katanya.

Pabrik-pabrik yang saluran pembuangan limbahnya belum dibuka, lanjut Yusep, untuk sementara hingga saat ini tidak beroperasi dan bisa beroperasi lagi setelah saluran pembuangannya yang dicor itu dibuka.

"Untuk pabrik yang saluran pembuangannya sudah dicor tapi sudah kami buka memang kualitas air limbahnya sudah baik dan sudah jernih. Saat ini pabrik yang lain juga sudah mulai memberbaiki," kata Yusep.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR