180707131053-viral.jpg

medsos

Viral Daun di Kertasari Diselimuti Es Akibat Cuaca Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Bandung Raya

Sabtu, 7 Juli 2018 | 13:10 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

FOTO daun membeku di Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial. Hal itu terjadi karena perubahan suhu udara yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Seperti foto yang diunggah oleh Instagram @adalahkabbandung. Tidak hanya daun, ada juga bagian depan sepeda motor yang ikut membeku. Foto itu mendapat ratusan komentar dan disukai oleh ribuan pengguna Instagram.

"Pemandangan ini terjadi di wilayah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dimana, embun membeku seperti es. Foto ini ramai bertebaran di media sosial, bagi anda yang masih kebingungan mengapa akhir-akhir ini kondisi cuaca begitu dingin, berikut keterangan nya dari @infobmkg. Masih ingat dengan munculnya siklon cempaka dan flamboyan bebrapa bulan lalu? Sobat sekalian tahu gak sih apa dampak dari munculnya sebuah siklon disuatu wilayah? Ternyata dampaknya terbagi menjadi dampak langsung dan dampak tidak langsung. Untuk lebih jelasnya geser kiri gambar diatas yah," tulis Instagram @adalahkabbandung dalam postingannya.

Viral Foto Daun Membeku di Kertasari, Ini Jawaban BMKG Bandung

Rupanya foto tersebut adalah milik seorang warga Kertasari bernama Muchamad Harris Krisdwianto. Menurutnya foto tersebut diambil pada Jumat 6 Juli lalu sekitar Pukul 7.00 WIB saat akan berangkat kerja. "Saya sama teman berangkat kerja melihat itu (daun beku dilapisi es)," kata Harris, Sabtu (7/7/2018).

Harris mengatakan daun tersebut tumbuhan liar di pinggir jalan yang berada di wilayah Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari. "Seperti es, pas dipegang dingin sekali. Hampir semua daun membeku," katanya.

Selain mengabadikan daun beku menggunakan ponselnya, Harris juga mendapatkan fenomena lain saat jok sepeda motor dan kaca mobil ikut membeku akibat perubahan suhu udara tersebut.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan Juli 2018 suhu udara di Bandung dan sekitarnya memasuki musim kemarau. Sehingga suhu udara di malam hari terasa dingin, sedangkan pada siang hari terasa panas.

"Karena langit yang cerah dan sedikit awan. Hal ini disebabkan adanya angin pasat tenggara yang bertiup dari Benua Australia yang membawa udara yang kering dan dingin. Saat ini di Benua Australia sedang di musim dingin," katanya.

Ia menjelaskan dari monitoring BMKG Bandung pada 6 Juli 2018 tercatat suhu udara minimum saat dinihari mencapai 16,0 derajat celcius, kelembaban udara minimum 37 persen atau kelembaban rendah sedikit uap air di udara dan suhu udara maksimum saat siang hari mencapai 29,2 derajat celcius. "Keadaan ini masih dalam Kondisi normal," katanya.

Menurut Tony kondisi tersebut bisa saja berbeda tergantung dengan ketinggian suatu wilayah. "Semakin tinggi tempat maka suhunya semakin rendah. Hal tersebut adalah wajar dan normal," tandasnya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR