180706182253-salur.jpg

dok

Saluran Pembuangan Limbah Cair di PT. BCP Ditutup Paksa

Bandung Raya

Jumat, 6 Juli 2018 | 18:22 WIB

Wartawan: Engkos Kosasih

PJ Gubernur Jawa Barat H. Moch. Iriawan meninjau lokasi penutupan saluran pembuangan limbah cair dengan cara dicor menggunakan semen batu di PT. Bintang Cipta Perkasa (BCP) Jalan Leuwidulang No. 24 Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat (6/7/2018).
 
Sebelumnya, saluran pembuangan limbah cair yang bermuara ke Sungai Citarum itu ditutup Satuan Tugas Sektor IV Citarum Harum yang dipimpin Komandan Sektor IV Citarum Harum Kolonel Inf. Kustomo

Selain saluran pembuangan limbah cair di kawasan PT. BCP,  Sektor IV Citarum Harum telah menutup 10 saluran pembuangan limbah cair di pabrik lainnya di  Kecamatan Majalaya. Perusahaan yang ditutup saluran limbah cairnya, untuk sementara tidak operasional.

"Tentunya ini langkah awal ada penutupan beberapa lokasi saluran pembuangan limbah yang diduga buang limbah tak sesuai ketentuan yang berlaku," kata M. Iriawan kepada wartawan di lokasi PT. BCP Majalaya.

Ditegaskan Iriawan, para pengusaha yang diketahui membuang limbah cair sembarangan, bisa dikenai sanksi administrasi hingga pencabutan izin usaha. "Penutupan saluran limbah ini untuk memberikan efek jera kepada para pengusaha, kemudian nantinya bisa dikenakan penegakan hukum," kata Iriawan.

Untuk penegakan hukum tersebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi dan Kejati Jabar. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) supaya persoalan lingkungan ini bisa dibawa ke ranah pidana korupsi.

"Saya minta ke DLH untuk mengkajinya, supaya bisa dibawa ke ranah pidana korupsi," katanya.

Dengan cara seperti itu, Iriawan berharap dapat membuat jera pemilik pabrik yang tak memenuhi aturan dalam pengelolaan limbah. Ia pun melihat tempat penampungan limbah yang ada di kawasan pabrik tersebut tak bisa menampung limbah cair yang dihasilkannya.

"Saya minta (pabrik) mengikuti aturan yang ada. Pengolahan limbah yang baik, jangan main-main lagi," ucapnya.

Plt Gubernur Jabar pun berusaha untuk maksimal dalam penanganan persoalan lingkungan tersebut karena korban sudah banyak. "Mulai korban lingkungan, korban manusia dan lain sebagainya. Kedepannya harus berubah lebih baik lagi," ungkapnya.

Ia pun melihat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di PT. BCP tersebut tak sesuai dengan peraturan. "Secara kasat mata, kelihatannya IPAL-nya tak jelas," ungkapnya.

Sementara Dansektor IV Citarum Harum Kolonel Inf. Kustomo menegaskan, sejak 25 Juni 2018 lalu hingga sekarang ini sudah 11 pabrik ditutup saluran pembuangan limbah cair. "Sebentar lagi 12 pabrik," katanya.

Kustomo mengatakan, penutupan saluran pembuangan limbah cair tersebut bukan langkah terakhir. "Penutupan saluran pembuangan limbah cair untuk mengisolasi supaya limbah cair tak buang ke Sungai Citarum. Cukup dibuang di pabrik saja. Supaya imbasnya ke mana-mana, biar yang kena yang punya pabrik," katanya.

Kepala DLH Kabupaten Bandung, Asep Kusumah menegaskan, di pabrik PT. BCP itu ada 11 mesin pencelupan kain dan benang yang disegel. Penyegelan itu karena dalam pengelolaan limbahnya tidak sesuai dengan ketentuan.

Pesonalia PT. BCP Lia mengatakan, pihak perusahaan memiliki niat baik untuk memperbaiki dan membangun IPAL yang memadai di dalam perusahaan tersebut. Pihak perusahaan pun akan kooperatif pasca penutupan saluran pembuangan limbah cair tersebut.

"Perusahaan sedang membangun IPAL. Mudah-mudahan pembangunan IPAL tersebut segera selesai dan bisa segera digunakan dengan standar yang ditentukan pemerintah," katanya.






Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR