180611222540-kasatpol-pp-kota-bandung-oknum-penyalahguna-narkoba-sudah-diberhentikan-secara-tak-hormat.jpg

BandungNewsPhoto.com

Kepala Satpol PP Kota Bandung Dadang Iriana

Kasatpol PP Kota Bandung: Oknum Penyalahguna Narkoba Sudah Diberhentikan Secara Tak Hormat

Bandung Raya

Senin, 11 Juni 2018 | 22:25 WIB

Wartawan: Rio Ryzki Batee

KEPALA Satpol PP Kota Bandung, Dadang Iriana membenarkan adanya oknum anggotanya yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Kendati demikian, pihaknya sudah memberhentikan oknum tersebut secara tidak hormat.

"Itu merupakan anggota Linmas di Satpol PP. Memang masih di Satpol PP tapi jarang masuk," ungkapnya melalui pesan singkat Whatsapp, Kota Bandung, Senin (11/6/2018).

Dadang menjelaskan bahwa dengan kejadian tersebut maka oknum tersebut langsung diberhentikan secara tidak hormat, sebagai hukuman atas tindakan dan pelanggaran tersebut.

"Tentunya kejadian ini ada sanksinya yaitu dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat. Jangankan kasus narkoba, tidak masuk selama 3 hari mereka akan diberhentikan," katanya.

Menurutnya kejadian tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seluruh anggota linmas dan atau Satpol PP.

"Kejadian ini mudah-mudahan tidak akan terulang kembali, kemudian kami akan melakukan pengawasan selanjutnya dengan memberikan pengarahan secara simultan," ujarnya.

Seperti diketahui bersama, seorang oknum Satpol PP Kota Bandung dan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Bandung harus berurusan dengan polisi. Mereka diciduk polisi lantaran penyalahgunaan narkotika.

Selain oknum petugas Satpol PP dengan inisial YG (39) dan oknum PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bandung inisial ID (35). Polisi juga meringkus dua orang lainnya yaitu MY (36) dan RS (26), yang merupakan seorang pelatih bulu tangkis Pengprov Jabar.

"Kita ingin sampaikan kita berhasil mengungkap salah satu kasus. Menariknya di sini ini satu rangkaian yang melibatkan pegawai pemerintahan," ucap Kasatnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR