180611211434-tim-deddy-dedi-laporkan-kampanye-hitam.jpg

Istimewa

Tim Deddy-Dedi Laporkan Kampanye Hitam

Bandung Raya

Senin, 11 Juni 2018 | 21:14 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

DUA pekan lebih sebelum hari H pencoblosan Pilgub Jabar 2018, Tim Pemenangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengaku diserang oleh kampanye hitam yang dinilai merusak citra. Selain unggahan video, ada juga beberapa status yang diunggah di media sosial Facebook.

Salah satu video yang diunggah yaitu soal kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam. Belum diketahui lokasi pembuatan video tersebut. Yang jelas, pihak Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi merasa geram dan bereaksi dengan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar dengan dugaan kampanye hitam, Senin (11/6/2018).

"Ada dua alat bukti yang cukup kuat. Satu berupa rekaman dan lima lainnya foto. Di dalamnya jelas, akun seseorang itu sudah mendeskreditkan pasangan calon nomor urut 4," tutur Salah seorang tim kampanye Deddy-Dedi, M Iswara, usai melapor.

Iswara menegaskan, pihaknya melapor setelah melakukan kroscek secara internal. Menurutnya, tidak ada simpatisan atau pendukung Deddy-Dedi yang melakukan hal tersebut. "Kami sudah kroscek ke partai dan relawan, dan dari kami tidak ada yang melakukan itu," katanya.

Iswara mengaku pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi merasa sangat dirugikan dengan beredarnya video itu termasuk status di Facebook yang ditulis oleh akun seseorang. Itu karena apa yang dilakukan bertujuan untuk menjelekkan citra kandidat yang diusungnya.

Ia meminta penyelenggara Pilkada menindaklanjuti laporan yang disampaikan. "Bahkan di dalam status Facebook ada akun menyebut pilkada jin, nyebut pilkada musyrik dan Dedi dukun. Dan ini melanggar. Kami sudah laporkan ke Gakumdu Bawaslu dan diterima dengan baik. Gakumdu meminta waktu 1x24 jam untuk mengkaji atau menilai apakah masuk pidana pemilu atau tidak," ungkap Iswara.

Selain pidana pemilu, Iswara mengatakan, saat melapor itu pihaknya juga menginggung soal UU ITE. Dan dari pembicaraan, unggahan di media sosial itu sudah memenuhi unsur.

"Ada hatespeech disitu, ada ujaran kebencian. Menyebut Dedi dukun, pilkada jin. Kalau pilkada jin, semua paslon bukan manusia dong, termasuk pemilih juga," tegasnya.

Iswara menduga orang yang mengunggah di Facebook itu tinggal di Bandung bahkan dekat dengan salah satu pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jabar. "Hasilnya seperti apa, kami tunggu pleno Bawaslu saja. Tapi soal orang itu mendukung salah satu paslon, ini buktinya cukup kuat. Karena di beberapa foto dia berdampingi dengan salah satu paslon. Kalau dia masuk tim kampanye, jelas ini pidana pemilu. Kalau tidak, bisa kena UU ITE," pungkasnya.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:



BERITA LAINNYA

KOMENTAR